Ada Masalah di Kantor, Penyerang Sopir Bus di Tol Cipali Dibayangi Ketakutan Dibunuh

Kompas.com - 18/06/2019, 15:48 WIB
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, bersama jajaran menemui Amsor di RS Mitra Plumbon Cirebon, pada Senin (18/6/2019). Rudy memastikan kondisi Amsor sesaat setelah kejadian kecelakaan maut kilometer 150 Tol Cipali Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONKapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, bersama jajaran menemui Amsor di RS Mitra Plumbon Cirebon, pada Senin (18/6/2019). Rudy memastikan kondisi Amsor sesaat setelah kejadian kecelakaan maut kilometer 150 Tol Cipali

CIREBON, KOMPAS.comAmsor, penumpang yang menyerang supir bus hingga terjadi kecelakaan, adalah warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dia baru enam bulan merantau ke Jakarta sebagai security atau petugas keamanan di salah satu perusahaan swasta.

Kompas.com berusaha mendatangi kediamannya di RT 01 RW 02 Kelurahan Watu Belah. Tidak ada aktivitas lantaran sanak keluarga Amsor dikabarkan sedang berada di RS Mitra Plumbon.


Baca juga: Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Kecelakaan maut di kilometer 150 Tol Cipali membuat keluarga, kerabat hingga rukun tetangga merasa kaget dan prihatin. Mereka mendoakan agar Amsor kembali pulih.

Rusbandi, Ketua RT setempat, menyebut, Emah, adik kandung Amsor, ke rumahnya pada Senin malam tadi. Emah meminta Rusbandi membuatkan surat keterangan sebagai pengantar untuk keperluan Jasa Raharja.

Melalui Rusbandi, Emah menceritakan apa saja yang diceritakan Amsor terhadap keluarga. Amsor mengaku sedang ada masalah di tempat kerjanya sehingga memutuskan untuk pulang ke Cirebon.

“Kerja itu ada yang enggak suka seniornya. Terus ada yang ngerjain seniornya. Makanya dia pulang (ke Cirebon) kan,” kata Rusbandi mengulang cerita Emah.

Baca juga: Keluarga Korban Kecelakaan Beruntun Tol Cipali: Kami Sudah Ikhlas

Tak hanya itu, Amsor juga merasa kerap diikuti orang tak dikenal. Mereka hendak merencanakan pembunuhan terhadapnya.

Emah mengira, hal itulah yang melatarbelakangi Amsor menyerang supir sehingga terjadi kecelakaan.

“Pas pulang ada yang ngikutin kata si Amsor, ada yang mau ngebunuh, sampe bisikan seperti itu katanya, supir sama kondektur itu seolah-olah sekongkol mau bunuh dia. Perasaan dia kata cerita adiknya, jadi dibayangi rasa takut akan dibunuh,” kata Rusbandi

Rusbandi mengenal Amsor tidak memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Dia terakhir bertemu pada tahun 2015 lalu. Amsor adalah seorang security atau petugas keamanan dari satu tempat ke tempat lain.

Terakhir, enam bulan lalu, Amsor pergi merantau ke Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X