Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Kompas.com - 18/06/2019, 15:38 WIB
Akibat luapan sungai dan danau Sidenrang, banjir juga terjadi di Wettee KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDINAkibat luapan sungai dan danau Sidenrang, banjir juga terjadi di Wettee

SIDRAP, KOMPAS.com - Sejumlah warga korban banjir di Kelurahan Wettee, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, dilaporkan masih betah bertahan di rumah mereka masing-masing. Padahal, ketinggian air telah mencapai lantai rumah panggung mereka, atau sekitar 5 meter.

Sejumlah warga manula korban banjir tetap bertahan karena dengan alasan mencintai rumah. Salah satunya Nurhayati (65), warga korban banjir di Sidrap. Meski hidup sendiri di dalam rumahnya yang terkena banjir.

"Apa pun itu, rumah kita adalah tempat tinggal yang paling layak. Jika mengungsi ke posko atau rumah keluarga, saya jadi risih atau malu," kata Nurhayati, Selasa (18/6/2019).

Karena usia, Nurhayati hanya bisa tinggal di rumahnya. Untuk keluar ia tak mampu lagi naik ke atas perahu. Nurhayati juga termasuk warga kurang mampu.


Baca juga: 7 Kecamatan di Sulawesi Tenggara Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

Hal serupa dilakukan kakek Muhammad Amin. Selain diterjang banjir, Wettee juga kerap dilanda angin kencang. Angin kencang membuat genangan air bergelombang dan bisa merobohkan rumah Amin.

Saat ditemui, Amin sedang mengangkat bambu untuk tiang pancang yang akan menguatkan rumahnya dari terjangan banjir dan angin kencang.

"Daripada mengungsi, kami memilih membenahi rumah. Kami memasang bambu sebagai tiang pancang sebagai penahan rumah dari terjangan banjir dan angin kencang," kata Amin.

Sementara itu, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk membantu korban banjir tetap bertahan, mulai dari membujuk mereka hingga menjanjikan relokasi di daerah aman.

"Berbagai upaya telah kami lakukan. Namun warga di Wettee sudah terbiasa dengan banjir. Kini kami menerima bantuan 500 batang bambu dari pemerintah kabupaten untuk memasang tiang pancang di rumah masing-masing warga untuk menopang rumah," kata Muhammad Ridwan, lurah Wettee, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Kerugian akibat Banjir di Kabupaten Soppeng Capai Rp 43 Miliar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X