Akibat Tanah Bergerak, Tiga Gedung di IAIN Ambon Rusak Parah

Kompas.com - 18/06/2019, 10:04 WIB
Para dosen dan mahasiswa IAIN AMbon berusaha mengeluarkan ratusan karung berisi buku dari Perpustakaan di kampus tersebut yang mengalami kerusakan parah, Minggu (9/6/2019)   KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYPara dosen dan mahasiswa IAIN AMbon berusaha mengeluarkan ratusan karung berisi buku dari Perpustakaan di kampus tersebut yang mengalami kerusakan parah, Minggu (9/6/2019)


AMBON, KOMPAS.com - Kondisi tiga gedung milik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang mengalami kerusakan parah akibat bencana tanah bergerak pada dua pekan lalu semakin mengkhawatirkan.

Ketiga gedung yang mengalami kerusakan parah itu yakni Gedung Perpustakaan, Geudung Auditorium dan gedung Laboratorium FMIPA. Saat ini, tiga gedung tersebut untuk sementara tidak lagi difungsikan oleh mahasiswa dan para dosen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy mengatakan, dari hasil penelitian sementara yang dilakukan oleh tim dari Bandung, dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) mengindikasikan jika untuk jangka panjang tiga gedung itu tidak bisa lagi digunakan.

Baca juga: Peluk dan Tangis Korban Bencana Tanah Bergerak, Tak Bisa Lebaran di Rumah Sendiri

“Harus pindah. Untuk jangka pendek saja tidak boleh, apalagi jangka panjang. Karena dari hasil penelitian sementara saja ada pergeseran tanah terus,” kata Farida, kepada wartawan, di Kantor Gubernur Maluku, Senin (17/6/2019).

Dia mengatakan, dari hasil penelitian yang dilakukan tim gabungan itu, potensi tanah bergerak masih akan terjadi.

Sebab, selain kondisi tanah yang labil, musim penghujan di Maluku dan Ambon masih akan berpotensi terjadi hingga Juli-Agustus mendatang.

“Ini baru awal musim penghujan, puncaknya berdasarkan prediksi BMKG itu pada Juli-Agustus berarti ada tambah keretakan kan, jadi harus ada pengamanan," ujar dia.

Selain ketiga gedung tersebut, Farida mengungkapkan, dari hasil sementara penelitian tim, beberapa gedung lainnya berpotensi mengalami keretakan.

Meski begitu, ia menyebut untuk hasil akhir baru akan diketahui seminggu ke depan pasca-penelitian. Sebab, tim akan mengeluarkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Puluhan Anak PAUD Penyintas Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi Belajar di Lokasi Pengungsian

“Hasil sementara penelitian adalah ada kemungkinan beberapa gedung juga yang akan mengalami keretakan tanah,” ujar dia.

Sebelumnya, Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisutta, menyebut jika pihaknya berencana untuk merobohkan ketiga gedung tersebut akibat kondisinya yang sangat parah.

Langkah merobohkan ketiga gedung tersebut selain untuk menghindari korban jiwa juga untuk menghindari kerusakan pada bangunan lainnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Regional
4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

Regional
Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Regional
Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Regional
Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Regional
Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Regional
Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X