PPDB Online SMK Dimulai, Ingat! Calon Siswa Harus Buat Akun Sebelum Mendaftar

Kompas.com - 18/06/2019, 09:23 WIB
Calon siswa membuat akun untuk pendaftaran PPDB online di SMK Negeri 1 Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAINCalon siswa membuat akun untuk pendaftaran PPDB online di SMK Negeri 1 Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (17/6/2019).


PURWOKERTO, KOMPAS.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) di Jawa Tengah telah dimulai serentak sejak Senin (17/6/2019).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di SMK Negeri 1 Purwokerto, Jawa Tengah, ratusan calon siswa sejak hari pertama ramai-ramai mendatangi sekolah.

Kepala SMK Negeri 1 Purwokerto Asep Saeful Anwar mengatakan, pendaftaran tahun ini dengan tahun sebelumnya terdapat sedikit perbedaan.

Baca juga: Ganjar Usulkan Zonasi Khusus PPDB untuk Anak Berprestasi di Jawa Tengah

 

Tahun ini calon siswa harus membuat akun terlebih dahulu untuk proses pendaftaran selanjutnya.

"Proses pendaftaran beda dengan tahun lalu. Sebelum melakukan pendaftaran online, calon siswa harus membuat akun dulu. Pembuatan akun ini dilakukan mulai 17 Juni 2019 hingga 28 Juni 2019," kata Asep, saat ditemui, Selasa (18/6/2019).

Asep menuturkan, pada saat membuat, calon siswa harus membawa seluruh persyaratan yang diperlukan.

Setelah melalui proses verifikasi berkas, calon siswa akan dibuatkan akun oleh petugas yang telah disediakan.

" Akun tersebut digunakan untuk mendaftar yang akan dimulai 1 Juli hingga 5 Juli 2019. Kami sudah sampaikan berkali-kali, ini perlu diperhatikan, setelah memiliki akun, calon siswa harus mendaftar, kalau tidak memiliki akun tidak bisa mendaftar," ujar Asep.

Baca juga: Membeludak, Antrean Pendaftar PPDB di SMAN 9 Bandung Berlangsung hingga Malam

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB Online SMK Negeri 1 Purwokerto Dwi Andi Purnomo mengatakan, untuk SMK tidak menerapkan sistem zonasi sepenuhnya.

Zonasi digunakan sebagai pertimbangan terakhir ketika ada kesamaan nilai.

"Dasarnya nilai tertinggi, zonasi digunakan ketika ada kesamaan nilai. Misal kuota 108, sementara yang mendaftar 120, pertimbangannya nanti jarak kelurahan dengan sekolah, manakala alamat sama akan dipertimbangkan usia, kalau usia sama, digunakan siapa yang lebih awal mendaftar," ujar Dwi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X