Ganjar Usulkan Zonasi Khusus PPDB untuk Anak Berprestasi di Jawa Tengah

Kompas.com - 18/06/2019, 09:10 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan tentang kritiknya tentang PPDB Online 2019 di ruang kerjanya di Semarang, Kamis (13/6/2019). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan tentang kritiknya tentang PPDB Online 2019 di ruang kerjanya di Semarang, Kamis (13/6/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan perubahan sebagian atas ketentuan mengenai penerimaan peserta didik baru ( PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2019 ini.

Perubahan yang diusulkan yaitu soal zonasi khusus untuk anak-anak berprestasi.

Aturan soal penerimaan siswa SMA diatur oleh peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 tahun 2018. Dalam beleid itu, diatur kuota untuk siswa berprestasi di luar zona yaitu 5 persen.

“Banyak anak kita prestasinya bagus, tapi di beberapa titik terbatas aksesnya. Terhadap kondisi ini kita akan berlakukan toleransi terhadap besaran presentase di zona itu,” ujar Ganjar kepada wartawan, Senin (17/6/2019) malam.

Baca juga: Sistem Zonasi, Orangtua Siswa di Banten Khawatir Anaknya Gagal Masuk SMA Negeri

Ganjar menjelaskan, pemerintah Jawa Tengah telah menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk mengantisipasi hal ini. Pemprov Jawa Tengah membuat petunjuk teknis berbasis kearifan lokal.

Dijelaskan Ganjar, usulan berbasis kearifan lokal, misalnya, untuk anak berpestasi di luar zona bisa saja mendapatkan dua zona. Jika anak didik berprestasi mendaftar di luar zona, maka batas maksimal adalah 10 persen.

Sementara kalau berprestasi, namun berada di dalam zona, akan dipertimbangkan kuota berprestasi sampai 20 persen.

“Kalau keluar zona, maka kita akan gunakan Permendikbud keluar bisa sebesar 10 persen. Kalau di dalam zona, prestasi banyak, dan ketersediaan sekolah itu sedikit, kita akan pertimbangan sampai 20 persen di zona masing-masing,” tambah politisi 50 tahun ini.

Baca juga: Membeludak, Antrean Pendaftar PPDB di SMAN 9 Bandung Berlangsung hingga Malam

Menurut Ganjar, berdasarkan laporan ada beberapa sekolah yang masih kekurangan siswa. Kekurangan siswa tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Terkait hal ini, Ganjar meminta dinas pendidikan terkait untuk memetakan potensi yang ada, apakah siswa di daerah terkait bisa diserap atau tidak.

“Kita sudah antisipasi. Terhadap mereka yang berprestasi, akan diberi keleluasaan di zonanya masing-masing. Kalau mereka punya prestasi bagus, dekat, pasti akan mendapat prioritas untuk masuk,” tambahnya.

“Potensi sekolah kosong dari laporan Pak Kadin ada di Wonogiri, Purbalingga dan Kendal, dan coba kita antisipasi," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jumeri menjelaskan, keberadaan siswa berprestasi di dalam sekolah diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungannya.

"Siswa berprestasi dapat diberikan peran sebagai partner dalam peningkatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Untuk itu, pemerintah menjamin pelayanan pendidikan siswa yang berprestasi," ucapnya.

Dijelaskan pula, untuk siswa berprestasi akan langsung lolos dalam dan di luar zona jika mendapatkan juara 1, 2 dan 3 dalam lomba taraf internasional dan juara 1 lomba tingkat nasional. Namun demikian, lomba yang diikuti harus diikuti secara berjenjang. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

Regional
Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

Regional
Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Regional
Melihat Lebih Dekat Emil Dardak Menggunakan Media Sosial...

Melihat Lebih Dekat Emil Dardak Menggunakan Media Sosial...

Regional
KPU Kepulauan Selayar Terima Anggaran Rp 22 Miliar untuk Pilkada 2020

KPU Kepulauan Selayar Terima Anggaran Rp 22 Miliar untuk Pilkada 2020

Regional
Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Regional
Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Regional
Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Regional
KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Regional
Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Regional
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Regional
Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Regional
Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X