[POPULER NUSANTARA] Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipali | Pernikahan TKI dengan Mahar Xpander Seharga 256 Juta

Kompas.com - 18/06/2019, 08:32 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Sufahriadi saat menengok korban luka akibat kecelakaan maut di tol Cipali, di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com/ MUHAMMAD SYAHRI RAMADHANKapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Sufahriadi saat menengok korban luka akibat kecelakaan maut di tol Cipali, di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Senin (17/6/2019).

KOMPAS.com — Kecelekaan maut di Km 150.900 Jalur B Tol Cipali ternyata disebabkan sang sopir diserang penumpang yang hendak mengambil alih kemudi bus.

Keributan itu membuat bus oleng dan menabrak sejumlah kendaraan lain hingga menewaskan 12 orang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi dan korban kecelakaan beruntun itu.

Sementara itu, seorang TKI asal Pati, Agus Setiawan (37), baru saja melangsungkan resepsi pernikahan dengan seorang wanita asal Demak, Sri Irawati (33).

Uniknya, sang mempelai lelaki memberikan seserahan kepada sang mempelai wanita berupa sebuah mobil Mitsubishi Xpander Sport seharga Rp 256 juta dan motor Vario 150 cc seharga Rp 23,6 juta.

Baca berita populer Nusantara secara lengkap:

1. Kecelakaan maut di Tol Cipali, 12 orang tewas

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

Winda, salah seorang saksi mata, mengatakan, ia melihat seorang penumpang berusaha mengambil ponsel sopir dan mencoba merebut setir yang dikendalikan sopir sehingga terjadi perdebatan.

Peristiwa itu menyebabkan kendaraan oleng ke kanan. Akibatnya, bus masuk median, lalu menyeberang ke jalur B sehingga menabrak mobil Innova.

Sementara itu, dari arah belakang bus, truk meluncur dan berusaha menghindari tabrakan, tetapi terguling masuk ke median jalan.

"Bus melaju ke jalur lambat B menabrak kendaraan Xpander dan menindih kendaraan tersebut," tutur Kombes Trunoyudo melalui pesan singkat, Senin (17/6/2019)

Baca berita selengkapnya: Kecelakaan Maut di Tol Cipali Disebabkan Penumpang Coba Rebut Kemudi Bus

2. Seserahan pernikahan berupa mobil Xpander

Seserahan mobil dan motor dari Agus Setiawan kepada Sri Irawati dalam pesta pernikahan di RT 5, RW 1 Dusun Tompe, Desa Karangrejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Kamis (13/6/2019). 
Tribunnews Seserahan mobil dan motor dari Agus Setiawan kepada Sri Irawati dalam pesta pernikahan di RT 5, RW 1 Dusun Tompe, Desa Karangrejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Kamis (13/6/2019).

Pesta pernikahan yang berlangsung di RT 005 RW 001, Dusun Tompe, Desa Karangrejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Kamis (13/6/2019), menjadi viral di media sosial.

Pasalnya, mempelai lelaki memberikan seserahan kepada sang mempelai wanita berupa sebuah mobil Mitsubishi Xpander Sport seharga Rp 256 juta dan motor Vario 150 cc seharga Rp 23,6 juta.

Seserahan tersebut diberikan Agus kepada Sri Irawati sebagai bentuk syukur setelah pulang bekerja menjadi TKI di Taiwan.

Sementara untuk mas kawin, Agus memberikan perhiasan emas dan seperangkat alat shalat.

Hal itu membuat tetangga sekitar dan para tamu undangan kaget hingga viral di media sosial Instagram.

“Saya bekerja sebagai TKI di Taiwan selama 10 tahun dengan gaji per bulan Rp 15 juta–Rp 16 juta. Saya bertemu dan berjodoh dengan Sri Irawati di Taiwan karena dia juga menjadi TKI di sana,” kata Agus, mempelai lelaki.

Baca berita selengkapnya: Menikah, TKI Asal Pati Beri Seserahan Mobil Xpander Sport Seharga Rp 256 Juta

3. Istri Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, antre daftarkan anaknya

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat mengantar anaknya Camillia Laetitia Azzahra mendaftar ke SMA Negeri 3 Bandung, Jalan Belitung, Senin (17/6/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya saat mengantar anaknya Camillia Laetitia Azzahra mendaftar ke SMA Negeri 3 Bandung, Jalan Belitung, Senin (17/6/2019).

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya, ikut mengantre untuk mengantar anaknya Camillia Laetitia Azzahra mendaftar ke SMA Negeri 3 Bandung, Jalan Belitung, Senin (17/6/2019).

Atalia mengaku datang ke sekolah sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mendapat nomor antrean 197.

Hingga pukul 11.00 WIB, Atalia masih setia mendampingi anak bungsunya menunggu giliran mendaftar.

"Enggak apa-apa (menunggu) demi anak mah. Luar biasa karena memang animo masyarakat terkait sekolah-sekolah negeri luar biasa tinggi. Jadi saya juga memantau SMA 2 dan lain-lain begitu ngantre. Dan hari ini alhamdulillah Zahra dapat nomor antrean 197 dari pagi sampai sekarang baru nomor 75-an. Jadi, lama," ucap Atalia.

Baca berita selengkapnya: Istri Ridwan Kamil Ikut Antre Antar Anak Daftar ke SMA Negeri 3 Bandung

4. Pengakuan Sutiyo, jalan kaki selama 19 tahun dari Aceh ke Papua

Pak De Sutiyo saat melintas di Kota Pekalongan, Minggu (16/6/2019)
Tribunnews Pak De Sutiyo saat melintas di Kota Pekalongan, Minggu (16/6/2019)

Sutiyo Suyatno (53), warga Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, akhirnya pulang setelah melakukan perjalanan keliling Indonesia selama 19 tahun dengan jalan kaki.

Selama jalan kaki, dia membawa tas punggung besar yang berisi berbagai pernak-pernik khas dari daerah yang dia kunjungi.

Saat ditemui Tribunjateng.com di Kota Pekalongan, Sutiyo yang akrab disapa Pak De Tyo itu menceritakan pengalamannya selama 19 tahun bertualang.

“Yang terakhir saya menempuh perjalanan dari Jawa menuju Aceh untuk ke Tugu 0 Kilometer. Saya menghabiskan waktu 3 tahun 4 bulan 73 hari mengelilingi Pulau Sumatera dan 30 sandal jepit sudah habis saya pakai,” paparnya, Minggu (16/6/2019).

Baca berita selengkapnya: Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

5. Petani di Sumut tanam ganja untuk obati diabetes, tetapi...

Pengambilan barang bukti ganja yang di tanam pelaku NG(53) di ladang miliknya, di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera UtaraKompas.com / Hendri setiawan Pengambilan barang bukti ganja yang di tanam pelaku NG(53) di ladang miliknya, di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

NG (53), petani asal Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara nekat menanam ganja di samping tanaman tomat di ladangnya.

Awalnya, ganja yang telah ditanam selama 7 bulan itu hanya dikonsumsi pribadi untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya.

Namun, jika ada pesanan dari orang lain, dia akan menjual ganja yang dia tanam seharga Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per paket.

"Sudah ditanam 7 bulan, dua batang. Sebenarnya untuk pakai sendiri. Tapi karena sudah banyak gini, kalau ada yang minta aku kasih. Harganya Rp 50.000 setiap kali orang beli. Aku makai ganja ini untuk ngobati sakit gulaku," ujar NG saat ikut melihat batang ganja yang dia tanam di ladangnya, Sabtu (15/6/2019).

Kasatres Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman menjelaskan, penangkapan ini bermula dari tertangkapnya AS (35) yang sedang menggunakan ganja pada Jumat (14/6/2019) siang.

Selanjutnya, polisi mengembangkan kasus tersebut dan menemukan ganja yang ditanam di ladang milik NG.

Baca berita selengkapnya: Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Sumber: KOMPAS.com (Hendri Setiawan, Rachmawati, Dendi Ramdhani, Agie Permadi)/Tribunnews



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Regional
Film G30S/PKI Cacat Fakta, Sejarawan UGM: Penyiksaan Para Jenderal Itu Tidak Ada

Film G30S/PKI Cacat Fakta, Sejarawan UGM: Penyiksaan Para Jenderal Itu Tidak Ada

Regional
Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Regional
Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat 'Nyapres', kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat "Nyapres", kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Regional
Bupati Kecam Aksi Vandalisme Mushala di Tangerang, MUI Minta Polisi Usut Tuntas

Bupati Kecam Aksi Vandalisme Mushala di Tangerang, MUI Minta Polisi Usut Tuntas

Regional
Disiksa dan Dibuang di Jalan, Kini Bocah 10 Tahun Itu Diasuh Kapolres Pelalawan

Disiksa dan Dibuang di Jalan, Kini Bocah 10 Tahun Itu Diasuh Kapolres Pelalawan

Regional
Merasa Gagal Jadi TKI, Udin Malu Pulang Kampung, Nekat Kembali ke Malaysia Malah Terjaring Operasi

Merasa Gagal Jadi TKI, Udin Malu Pulang Kampung, Nekat Kembali ke Malaysia Malah Terjaring Operasi

Regional
Klaster Covid-19 di Ponpes, Ganjar Minta Ada Protokol Khusus yang Disusun Bareng Kiai

Klaster Covid-19 di Ponpes, Ganjar Minta Ada Protokol Khusus yang Disusun Bareng Kiai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X