[POPULER NUSANTARA] Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipali | Pernikahan TKI dengan Mahar Xpander Seharga 256 Juta

Kompas.com - 18/06/2019, 08:32 WIB
Pak De Sutiyo saat melintas di Kota Pekalongan, Minggu (16/6/2019)
TribunnewsPak De Sutiyo saat melintas di Kota Pekalongan, Minggu (16/6/2019)

Baca berita selengkapnya: Istri Ridwan Kamil Ikut Antre Antar Anak Daftar ke SMA Negeri 3 Bandung

4. Pengakuan Sutiyo, jalan kaki selama 19 tahun dari Aceh ke Papua

Sutiyo Suyatno (53), warga Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, akhirnya pulang setelah melakukan perjalanan keliling Indonesia selama 19 tahun dengan jalan kaki.

Selama jalan kaki, dia membawa tas punggung besar yang berisi berbagai pernak-pernik khas dari daerah yang dia kunjungi.

Saat ditemui Tribunjateng.com di Kota Pekalongan, Sutiyo yang akrab disapa Pak De Tyo itu menceritakan pengalamannya selama 19 tahun bertualang.

“Yang terakhir saya menempuh perjalanan dari Jawa menuju Aceh untuk ke Tugu 0 Kilometer. Saya menghabiskan waktu 3 tahun 4 bulan 73 hari mengelilingi Pulau Sumatera dan 30 sandal jepit sudah habis saya pakai,” paparnya, Minggu (16/6/2019).

Baca berita selengkapnya: Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

5. Petani di Sumut tanam ganja untuk obati diabetes, tetapi...

Pengambilan barang bukti ganja yang di tanam pelaku NG(53) di ladang miliknya, di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera UtaraKompas.com / Hendri setiawan Pengambilan barang bukti ganja yang di tanam pelaku NG(53) di ladang miliknya, di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara

NG (53), petani asal Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara nekat menanam ganja di samping tanaman tomat di ladangnya.

Awalnya, ganja yang telah ditanam selama 7 bulan itu hanya dikonsumsi pribadi untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya.

Namun, jika ada pesanan dari orang lain, dia akan menjual ganja yang dia tanam seharga Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per paket.

"Sudah ditanam 7 bulan, dua batang. Sebenarnya untuk pakai sendiri. Tapi karena sudah banyak gini, kalau ada yang minta aku kasih. Harganya Rp 50.000 setiap kali orang beli. Aku makai ganja ini untuk ngobati sakit gulaku," ujar NG saat ikut melihat batang ganja yang dia tanam di ladangnya, Sabtu (15/6/2019).

Kasatres Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman menjelaskan, penangkapan ini bermula dari tertangkapnya AS (35) yang sedang menggunakan ganja pada Jumat (14/6/2019) siang.

Selanjutnya, polisi mengembangkan kasus tersebut dan menemukan ganja yang ditanam di ladang milik NG.

Baca berita selengkapnya: Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Sumber: KOMPAS.com (Hendri Setiawan, Rachmawati, Dendi Ramdhani, Agie Permadi)/Tribunnews

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X