Tahun Depan Ridwan Kamil Akan Gratiskan SPP untuk SMK dan SMA

Kompas.com - 17/06/2019, 19:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah mematangkan rencana untuk menggratiskan biaya sumbangan pembinaan dan pendidikan ( SPP) untuk sekolah tingkat SMK dan SMA.

Hal itu ia bahas saat menghadiri rapat pimpinan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/6/2019).

"Insya Allah Pemprov Jabar sudah menghitung kalau tidak ada halangan maka SPP SMA, SMK gratis tahun depan," ungkap kata Emil, sapaan akrabnya. 

Emil belum menjelaskan secara rinci skema program itu. Namun, ia berharap kebijakan baru tersebut bisa meringankan biaya pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat. 


Baca juga: PPDB Banyak Orangtua Mendaftar dari Subuh, Ini Penjelasan Disdik Jabar

Dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Pemprov Jabar menambah 19.000 kursi untuk tingkat SMA. Kebijakan itu sempat menuai protes dari sekolah swasta. 

Selain itu, banyak warga yang memprotes sistem PPDB tahun ini. Sejumlah warga terpantau mengeluhkan sistem PPDB lewat akun Instagram pribadinya.

Emil mengatakan, banyak warga yang protes lantaran tak mengetahui secara detail regulasi PPDB baru. Kondisi serupa pernah ia rasakan sewaktu menjabat sebagai wali kota Bandung. 

"Sebenarnya sederhana, biasanya dari pengalaman lima tahun ngurus PPDB orangtua itu cenderung emosi kalau sudah urusan pendidikan anaknya," tutur Emil.

Baca juga: Warga Terjatuh Saat Berebut Nomor Antrean PPDB di Bogor

Padahal, sambung dia, sosialisasi PPDB kali ini sudah dilakukan di berbagai lini. Dari mulai media, hingga mengundang orangtua siswa di SMP. 

"Emil mengatakan, 80 persen itu datang dari informasi yang tidak dipahami. Bukan karena menemukan kecurangan secara faktual, rata-rata jawabannya itu dia tidak membaca, belum paham tentang aturan. Padahal kita sudah lakukan sosialisasinya itu tidak hanya di media tapi di kelas. Jadi sosialisasi PPDB dari kita itu di SMP ngundang para orangtua anak kelas 3," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X