10 Anggota PPK di Karawang Mengaku Terlibat Jual Beli Suara dengan Caleg Perindo

Kompas.com - 17/06/2019, 17:43 WIB
Ketua KPU Karawang Miftah Farid saat memberikan keterangan pers soal dugaan aliran dana jual beli suara, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANKetua KPU Karawang Miftah Farid saat memberikan keterangan pers soal dugaan aliran dana jual beli suara, Senin (17/6/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang menelusuri dugaan kasus jual beli suara yang melibatkan 12 petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan seorang komisioner KPU Karawang pada Pemilu 2019.

Hasilnya, 10 anggota PPK di Karawang yang diperiksa mengaku terlibat jual beli suara dengan Eka Budi Santoso alias Kusnaya, Caleg DPR RI Partai Perindo. Ia menyebut para oknum PPK tersebut menerima uang sebesar Rp 600 juta. Dua anggota PPK lainnya tidak hadir saat pemeriksaan.

"Sepuluh orang anggota PPK mengakui itu (ada aliran dana dari seorang caleg). Pembayaran terjadi tanggal 15 April 2019 melalui transfer ke rekening masing-masing," kata Ketua KPU Karawang, Miftah Farid di kantornya, Senin (17/6/2019).

Baca juga: Penuhi Panggilan Polisi, Caleg PPP Bantah Lakukan Politik Uang Jelang Pemilu

Meski demikian, Farid menjamin tak ada perubahan satu pun perolehan suara Pemilu 2019. Apalagi saat pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten maupun provinsi, tak ada protes dari saksi maupun peserta pemilu.

"Kita bisa mengkroscek ini dengan data yang kita pegang dan dokumen pleno. Berdasarkan pengakuan (oknum PPK), ada permintaan untuk mengajak tetangga ataupun saudara untuk memilih caleg yang bersangkutan," katanya.

Pengembalian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Farid mengatakan, berdasarkan pengakuan oknum PPK yang terlibat, sudah ada proses pengembalian kepada caleg yang bersangkutan. Sebab, Eka Budi Santosa alias Kusnaya gagal melenggang ke Senayan.

"Mereka sudah melakukan pengembalian sesuai kesepakatan, meski belum 100 persen," katanya.

Baca juga: Polisi Periksa Caleg JT sebagai Terduga Provokator Kerusuhan di Distrik Fayit

Farid bakal segera melaporkan hasil klarifikasi tersebut kepada KPU Provinsi Jawa Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.