Viral Bus Ditarik Rp 50.000, Ini Tarif Parkir di Kota Malang Sesungguhnya

Kompas.com - 17/06/2019, 17:26 WIB
Ilustrasi parkir. ThinkstockIlustrasi parkir.


MALANG, KOMPAS.com - Aksi penarikan parkir liar di Kota Malang viral di media sosial. Salah satu pengemudi bus yang parkir di area Alun-Alun Merdeka Kota Malang ditarik parkir hingga Rp 50.000.

Kejadian itu lantas direkam video dan diunggah oleh akun Facebook Wahyu Ari di grup Info Malang Raya (IMR) pada Minggu (16/6/2019) malam.

Dalam video itu tampak seorang petugas parkir tanpa rompi meminta uang Rp 50.000 kepada salah satu sopir bus. Sang sopir sempat mempertanyakan karcis parkirnya, namun petugas parkir itu mengatakan tidak ada.

Baca juga: Tarif Parkir di Balikpapan Naik, Besarannya Mirip Jakarta


Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widiyanto mengaku sudah mendengar terkait penarikan parkir liar itu.

Menurutnya, besaran tarif parkir yang diminta oleh petugas parkir atau juru parkir tidak sesuai dengan ketentuan.

Pria yang biasa disapa Wiwid itu menjelaskan, sesuai dengan Perda nomor 3 tahun 2015 tentang retribusi jasa umum, tarif parkir kendaraan besar seperti bus, truk ganda dan truk trailer sebesar Rp 10.000 dalam kondisi normal. Sedangkan dalam kondisi insidentil, naik menjadi Rp 20.000.

"Dalam Perda nomor 3 tahun 2015, untuk truk ganda, trailer dan bus besar (tarif parkir) Rp 10.000. Kalau insidentil Rp 20.000," kata Wiwid di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (17/6/2019).

Dengan begitu, penarikan parkir Rp 50.000 sudah di luar ketentuan atau liar.

Baca juga: Viral, Video Pria Tampar Mahasiswi Gara-gara Masalah Parkir Mobil

Selain parkir bus, dalam Perda itu juga diatur tarif parkir untuk minibus dan sejenisnya sebesar Rp 5.000, mobil Rp 3.000 dan sepeda motor Rp 2.000.

Wiwid berterima kasih atas postingan warga terkait pungutan parkir di luar ketentuan itu. Meski dilakukan di media sosial, Wiwid menganggap bahwa hal itu sebagai sebuah laporan adanya pungutan parkir liar.

"Sebagai bentuk bagian dari kontrol terkait penyelenggaraan pemerintah," katanya.

Saat ini Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan Kota Malang sudah memanggil juru parkir tersebut.

"Memanggil juru parkir dimaksud melalui Dinas Perhubungan. Akan di-BAP karena memungut di luar ketentuan," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X