Konflik Pengelolaan Air di Sentul City, Kemenko Polhukam Turun Tangan

Kompas.com - 17/06/2019, 16:43 WIB
Suasana rapat koordinasi penyelesaian permasalahan terkait pengelolaan air bersih yang difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) di Hotel Izi, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Suasana rapat koordinasi penyelesaian permasalahan terkait pengelolaan air bersih yang difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) di Hotel Izi, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/6/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM ( Kemenko Polhukam) telah memfasilitasi pertemuan rapat koordinasi penyelesaian permasalahan terkait pengelolaan air bersih yang terjadi di kawasan perumahan elit Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/6/2019).

Konflik yang melibatkan PT Sentul City Tbk selaku developer dengan sejumlah warga permukiman di perumahan tersebut yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC) itu telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.

Kepala Bidang Penyelesaian Kasus Hukum Kemenkopolhukam Aberto mengatakan, fasilitas pertemuan tersebut diberikan setelah masing-masing pihak yang berkonflik berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta perlindungan hukum atas persoalan tersebut.

Meski begitu, Aberto tidak mau berbicara lebih banyak atas hasil dari rapat koordinasi tertutup itu.


"Karena ada surat ke Presiden, kemudian Presiden meminta kepada Sekretariat Negara (Setneg) agar Kemenkopolhukam memfasilitasi hal itu, ya kami fasillitasi. Udah itu aja, enggak ada rekomendasi-rekomendasi," ucap Aberto, saat ditemui usai rapat koordinasi yang berlangsung di Hotel Izi, Bogor.

"Intinya itu, agar masing-masing pihak mengerti. Saya tidak banyak berkomentar karena berkaitan kemaslahatan umat," tambahnya.

Baca juga: Warga di Sini 20 Tahun Terintimidasi Pengembang Sentul City

Sementara itu, Sekretaris Komite Warga Sentul City Aswil menganggap, PT Sentul City telah menjual layanan air bersih kepada warga permukiman secara ilegal.

Hal itu berdasarkan kepada dua putusan Mahkamah Agung yakni Nomor 463 K/TUN/2018 dan Nomor 3415 K/Pdt/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Dua putusan itu pada intinya membatalkan izin penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) yang diberikan kepada PT Sentul City.

Termasuk, PT Sentul City dan PT Sukaputra Graha Cemerlang tak berhak menarik Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan (BPPL) dari warga di seluruh kawasan Sentul City.

"Sentul City itu sudah menjual air secara ilegal karena sudah melewati 60 hari batas setelah diputuskan di PTUN. Seharusnya izin sudah tidak berlaku. Kita punya hak untuk menggugat pidana terhadap penjualan air ilegal ini," ungkap Aswil.

Aswil menuturkan, dari hasil rapat pertemuan ini, Kemenkopolhukam akan membuat resume yang akan langsung disampaikan kepada Mensesneg untuk ditindaklanjuti.

Warga, sambung Aswil, berharap kepada pihak Sentul City dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor agar mematuhi hukum yang sudah diputuskan itu.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Regional
Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Regional
Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Regional
Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Regional
Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

Regional
Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Regional
Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Regional
Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Regional
Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga 'Dipenjara' Dalam Rumah

Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga "Dipenjara" Dalam Rumah

Regional
Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Regional
6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Regional
Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Regional
Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Regional
Didi Kempot, Penyanyi Campursari yang Digandrungi Anak Muda Masa Kini...

Didi Kempot, Penyanyi Campursari yang Digandrungi Anak Muda Masa Kini...

Regional
Close Ads X