Jembatan Mesuji Amblas, Kendaraan Diarahkan Via Prabumulih

Kompas.com - 17/06/2019, 15:11 WIB
Petugas polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Ogan Ilir mengarahkan seorang pengendara yang hendak menuju Lampung agar melalui jalan lintas tengah Sumatera pasca-amblasnya Jembatan Mesuji di perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIAPetugas polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Ogan Ilir mengarahkan seorang pengendara yang hendak menuju Lampung agar melalui jalan lintas tengah Sumatera pasca-amblasnya Jembatan Mesuji di perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Kemacetan panjang sempat terjadi pasca-amblasnya Jembatan Mesuji di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dan Kabupaten Mesuji, Lampung, Minggu (16/6/2019).

Lalu lintas kendaraan yang akan melintas dari arah dua sisi jalan itu terhambat.

Untuk mengantipasi kemacetan agar tak bertambah parah dan membuat pengendara bisa menuju Lampung hingga Jakarta, Satlantas Polres Ogan Ilir mengarahkan pengendara melalui jalan lintas tengah (jalinteng) melalui Prabumulih dan Baturaja.

Sejak Senin (17/6/2109) pagi, petugas Satlantas Polres Ogan Ilir dan Dinas Perhubungan Pemkab Ogan Ilir sudah bersiaga di Terminal Timbangan Ogan Ilir untuk mengarahkan pengendara agar melalui jalan lintas tengah yang hendak ke Lampung dan Jakarta.

Baca juga: Jembatan Penghubung Mesuji OKI dan Mesuji Lampung Amblas, Kendaraan Tak Bisa Melintas

 

Caranya, selain memasang rambu petunjuk arah, petugas juga bertanya tujuan pengendara. Pengunjung tujuan Lampung dan Jakarta diminta memutar arah dan mengambil rute jalan lintas tengah melalui Prabumulih dan Baturaja.

Petugas juga memasang tanda petunjuk arah di jalur keluar jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) di yang berhadapan dengan lokasi Kampus Unsri Indralaya agar pengendara yang hendak menuju Lampung atau Jakarta dapat putar balik melalui jalinteng.

Aipda Devi, petugas Satlantas Polres Ogan Ilir, mengatakan, mereka sudah mulai mengarahkan arus lalu lintas agar melalui jalan lintas tengah sejak kemarin pasca-amblasnya Jembatan Mesuji.

“Sebagai daerah penyangga, sesuai petunjuk dan arahan Dirlantas Polda Sumsel, maka petugas lalu lintas Polres Ogan Ilir untuk mengarahkan pengendara yang hendak menuju Lampung melalui jalur lintas tengah, maka mulai kemarin kami sudah bersiaga di lokasi terminal ini untuk mengarahhkan pengendara agar tidal melalui jalintim,” katanya.

Sementara itu, dari pantauan di jalur pintu keluar Tol Palindra, terlihat kendaraan berpelat nomor polisi Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa masih menuju ke arah Lampung.

Sebagian dari mereka ada yang berhenti dan bertanya ke petugas meminta informasi terakhir jembatan tersebut. Oleh petugas, mereka diarahkan menuju jalur lintas tengah melalui Prabumulih dan Baturaja.

Jembatan Mesuji



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X