5 Komisioner KPU Ditetapkan Tersangka, Kapolda Sumsel: Benar atau Tidak Pengadilan yang Menentukan

Kompas.com - 17/06/2019, 14:54 WIB
Suasana kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang, Minggu (16/6/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRASuasana kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang, Minggu (16/6/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Polemik lima komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) kota Palembang yang ditetapkan sebagai tersangka saat ini masih terus menjadi perbincangan.

Kasus itu sebelumnya terkuak setelah Polresta Palembang menerima laporan dari Bawaslu Palembang karena adanya dugaan penghilangan hak suara masyarakat pada penyelenggaraan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) ketika pemilu kemarin. 

Hasil penyelidikan tersebut, menetapkan EF (ketua KPU Palembang), AL (Komisioner KPU Kota Palembang), YT (Komisioner KPU Kota Palembang), AB (Komisioner KPU Kota Palembang) dan SA (Komisioner KPU Kota Palembang), sebagai tersangka karena diduga bersalah.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Ketua KPU Palembang: Kami Siap Ikuti Proses Hukum

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pasca penetapan status tersangka terhadap lima komisioner KPU Palembang, polisi banyak mendapatkan pro dan kontra atas keputusan tersebut.

Menurutnya, masyarakat ada yang menyesalkan atas sikap polisi bahkan ada juga dukungan terhadap penyidik untuk mengambil langkah tegas terhadap penyelenggara pemilu.

"Polisi adalah bagian dari aparat penegak hukum, dari pada criminal justice, ketika Undang-undang pemilu menyatakan, setelah Gakkumdu menyatakan bahwa itu pidana pemilu, diserahkan ke polisi, dilakukan penyidik dan diserahkan ke jaksa penuntut umum, jika jaksa P21 (berkas lengkap) tentu dikirim (berkas pemeriksaan)," kata Zulkarnain, Senin (17/6/2019).

Zulkarnain menjelaskan, pihak kepolisian hanya sebatas penyidik dalam suatu perkara. Seluruh hasil penyelidikan pun, dilengkapi dengan alat bukti yang kuat.

"Jadi, Pak polisi bukan sama sekali muncul, seolah-olah kami mendzalimi, saya rasa ini sebuah proses," ujarnya.

Baca juga: Buntut Ditetapkan Tersangka, KPU Pusat Panggil 5 Komisioner Palembang

Dalam laporannya, Bawaslu Palembang menyebutkan jika KPU Palembang tak menjalankan rekomendasi PSL ketika pemilu kemarin. Kesalahan itu membuat lima komisioner akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Menurut penyidik, substansifnya kan KPU itu menghilangkan hak atau suara orang yang memiliki hak pilih, karena direkomendasikan untuk melakukan PSL tapi tidak dilaksanakan. Tapi dari persepsinya KPU sendiri sudah dilaksanakan, mana yang benar dan mana yang salah kan polisi hanya menyidik, nanti pengadilan yang menetukan," tegas Zulkarnain.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
'Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua'

"Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua"

Regional
Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Regional
Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Regional
KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

Regional
Perkosa Gadis 14 Tahun, Sopir dan Kernet Ajak Temannya untuk Menonton

Perkosa Gadis 14 Tahun, Sopir dan Kernet Ajak Temannya untuk Menonton

Regional
Syarat Perguruan Tinggi di DIY Gelar Kuliah Tatap Muka

Syarat Perguruan Tinggi di DIY Gelar Kuliah Tatap Muka

Regional
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Senilai Rp 1 Miliar

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol Senilai Rp 1 Miliar

Regional
Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Pembantu Ini Sudah 4 Kali Cabuli Bayi sambil Video Call Suami

Regional
Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Fakta Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan saat Video Call Suami, Berusia 19 Tahun dan Residivis Narkoba

Regional
Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Cerita Dosen Unpad Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Staf KPU Yahukimo Dibunuh, Ketua KPU Minta Seluruh Jajaran Hati-hati Saat Jalankan Tugas

Regional
Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Jumlah Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Capai 1.451 Orang, Pendaftaran Masih Dibuka

Regional
Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Social Engineering, Kejahatan yang Membuat Uang Rp 44 Juta Milik Nasabah Raib dalam 11 Menit

Regional
Sepi Pembeli akibat Covid-19, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ramai-ramai Klotekan

Sepi Pembeli akibat Covid-19, Pedagang Pasar Wage Purwokerto Ramai-ramai Klotekan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X