Jawa Timur Uji Coba Jenis Padi 1 Kali Tanam, 5 Kali Panen

Kompas.com - 17/06/2019, 12:52 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ujicoba panen padi Ratun di Sidoarjo, Senin (17/6/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALGubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ujicoba panen padi Ratun di Sidoarjo, Senin (17/6/2019)


SIDOARJO, KOMPAS.com - Model tanam padi jenis ratun sedang diuji coba di Jawa Timur. Keunggulan padi ratun dalam sekali tanam bisa sampai 5 kali panen.

Panen kelima jenis padi tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di lahan sawah Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/6/2019).

Uji coba tanam padi jenis ratun dilakukan di lahan sawah milik PT Jatim Graha Utama, salah satu BUMD Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: 500 Hektare Padi di Luwu Rusak Terendam Banjir

 

" Padi jenis ini dalam sekali tanam, bisa lima kali panen dengan volume dan kualitas yang sama. Ini panen kelima padi jenis ratun," kata Khofifah.

Selain hasil panen yang melimpah, lanjut Khofifah, penggunaan padi jenis ratun akan membawa nilai tambah bagi petani.

"Nilai tambah lainnya adalah bisa mengurangi penggunaan pupuk urea dan NPK sampai 50 persen, sementara produksinya dalam 1 hektare bisa 6-7 ton," terang dia.

Dalam uji coba panen tersebut, pihaknya sengaja mengundang 5 kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di Jawa Timur, dengan harapan bisa disosialisasikan kepada para petani dan diuji coba juga di wilayahnya.

"Minimal tahun depan tanam, dan tahun kedua bisa panen," ujar dia.

Meski Jawa Timur berstatus lumbung padi nasional, pihaknya akan tetap melakukan pengembangan-pengembangan pola tanam padi untuk memaksimalkan produksi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan di pedesaan.

Baca juga: Kekeringan, Petani di Magetan Babat Padi untuk Pakan Ternak

Data Dinas Pertanian Jawa Timur menyebut, produksi padi pada Sub Round I atau di periode Januari-April tahun ini mencapai 6,1 juta ton lebih gabah kering giling (GKG), atau 4 juta ton dalam konversi beras.

"Sedangkan konsumsi masyarakat Jatim sekitar 1,4 juta ton. Artinya, masih surplus 2,6 juta ton untuk disuplai ke 15 provinsi di Indonesia," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X