Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Kompas.com - 17/06/2019, 10:01 WIB
Seorang wisatawan memotret Gunung Rinjani, di Desa Sembalun  Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (15/6/2019) sejumlah wisatawan telah mulai mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun. Balai Taman Nasional Gunung Rinjanin (BTNGR) NTB, telah membuka kembali ijin pendakian pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Agustus 2018 silam. Fitri RachmawatiSeorang wisatawan memotret Gunung Rinjani, di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Sabtu (15/6/2019) sejumlah wisatawan telah mulai mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun. Balai Taman Nasional Gunung Rinjanin (BTNGR) NTB, telah membuka kembali ijin pendakian pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Agustus 2018 silam.

MATARAM, KOMPAS.com - Pendakian ke Gunung Rinjani telah resmi dibuka sejak Jumat (14/6/2019) dan sekitar 50 orang pendaki dari dalam negeri maupun mancanegara terlihat mulai mendaki di hari pertama pembukaan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB, Sudiyono, kepada Kompas.com Sabtu (15/6/2019) mengingatkan para pendaki bahwa mereka dijinkan mendaki hanya sampai Pelawangan.

Pendaki dilarang menuju puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak karena jalur yang dilewati masih rusak akibat gempa beberapa waktu lalu.

Sudiyono menjelaskan, awalnya karcis untuk hari pertama pendakian digratiskan. Namun karena sistem tidak mendukung maka karcis gratis dibatalkan.

"Sebenarnya akan digratiskan di hari pertama pendakian, hanya saja sistem tidak mendukung, jadi pendaki harus membayar tiket. Untuk wisatawan lokal per hari Rp. 5000 sementara wisatawan asing Rp 150.000 per hari," jelas Sudiyono.

Baca juga: Gunung Rinjani Kembali Dibuka untuk Pendaki, 3 Rambu Ini Wajib Dipatuhi

Para pendaki bisa melalui empat jalur resmi yaitu jalur pendakian Sembalun dan Timbanuh (Lombok Timur), jalur pendakian Senaru (Lombok Utara), dan jalur pendakian Aik Berik (Lombok Tengah).

Sudiyono mengatakan dengan dibukanya pendakian ke Gunung Rinjani, diharapkan perekonomian masyarakat di kawasan Gunung Rinjani yang selama ini menggantungkan hidup dari kedatangan wisatawan (pendaki) bisa hidup kembali.

"Mereka ini korban gempa, rumah mereka rusak. Gempa terus-terusan terjadi sejak Agustus 2018 dan kawasan pendakian ditutup menyebabkan mereka kehilangan mata pencaharian. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan kami membuka kembali jalur pendakian ke Gunung Rinjani," kata Sudiyono.

Sebelumnya, pendakian sempat ditutup karena gempa yang mengguncang Lombok pada 29 Agustus 2018 silam. Gempa susulan yang terus terjadi menyebabkan jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup sementara.

Baca juga: Pendakian Rinjani Dibuka Jumat, Tak Boleh ke Puncak dan Danau Segara Anak

Dibukanya pendakian ke Gunung Rinjani disambut gembira oleh pelaku wisata tracking di Sembalun, Lombok Timur. Mereka sangat bersyukur di Jumat yang berkah, pendakian Rinjani telah dibuka kembali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X