5 Benda Mirip Granat Ditemukan di Cirebon, Semuanya Bahan Peledak Aktif

Kompas.com - 16/06/2019, 06:42 WIB
Petugas Unit Penjinak Bom Polda Jawa Barat membungkus lima buah barang mirip granat di sekitar area Polres Cirebon Kota, Sabtu malam (15/6/2019). Kelima barang membahayakan tersebut ditemukan oleh inisial Y, saat mencari sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara Kali Sukalila Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONPetugas Unit Penjinak Bom Polda Jawa Barat membungkus lima buah barang mirip granat di sekitar area Polres Cirebon Kota, Sabtu malam (15/6/2019). Kelima barang membahayakan tersebut ditemukan oleh inisial Y, saat mencari sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara Kali Sukalila Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon.

CIREBON, KOMPAS.com – Sebanyak lima benda mencurigakan mirip granat ditemukan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Sabtu (15/6/2019) malam.

Unit penjinak bom (jibom) Satbrimob Polda Jawa Barat langsung mengamankan kelimanya untuk dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 21.20 WIB.

Baca juga: Malam Minggu, Benda Mencurigakan Diduga Bom Ditemukan di Cirebon

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy membenarkan bahwa lima benda mencurigakan itu adalah bahan peledak yang terdiri dari dua jenis, yaitu berbentuk seperti tabung atau cat dalam kaleng yang berjumlah empat buah, dan satu lagi berbentuk bulat.

“Iya betul bahan peledak. Jumlahnya ada dua jenis. Bentuknya bulat satu buah di dalam kaleng mirip granat, satu (jenisnya) lagi dalam tabung kaya kaleng pilox (ada empat buah). Jadi lima cuma ada dua jenis,” kata Roland, Sabtu.

Baca juga: Kesaksian Petugas, Setya Novanto Sempat Menghilang Lepas dari Pengawalan

Roland menambahkan, berdasarkan informasi dari tim penjinak bom, kelima barang tersebut masih aktif. Seluruhnya akan dibawa oleh tim jibom untuk dianalisa sesuai prosedurnya. 

Kelima benda tersebut pertama kali ditemukan oleh warga pesisir Kota Cirebon berinisial Y saat mencari sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara Kali Sukalila, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu petang.

Baca juga: Alasan Setya Novanto Dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang Banyak Dihuni Teroris

 

Polisi, lanjut Roland, hingga Sabtu malam masih melakukan pemeriksaan terhadap Y dan rekannya, A, yang menemukan barang membahayakan tersebut. Sementara itu, pihak unit Jibom Polda Jawa Barat masih mengidentifikasi kelima bahan peledak tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Operator 'Backhoe' Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Seorang Operator "Backhoe" Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Regional
4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

Regional
Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Regional
Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Regional
Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Regional
Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Regional
Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Regional
Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Regional
'Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk'

"Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk"

Regional
Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Regional
Harga Gabah Anjlok Selama Pandemi, Petani di Polman Sampai Jual Emas untuk Modal Bertani

Harga Gabah Anjlok Selama Pandemi, Petani di Polman Sampai Jual Emas untuk Modal Bertani

Regional
Diiming-imingi Ponsel, 19 Anak Laki-laki Dicabuli Perangkat Desa, Pelaku Disembunyikan Penjaga Kebun

Diiming-imingi Ponsel, 19 Anak Laki-laki Dicabuli Perangkat Desa, Pelaku Disembunyikan Penjaga Kebun

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19, Berpulang Setelah Sehari Masuk Rumah Sakit

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19, Berpulang Setelah Sehari Masuk Rumah Sakit

Regional
Tak Diberi Pulsa Rp 100.000, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil Pacar di Medsos

Tak Diberi Pulsa Rp 100.000, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil Pacar di Medsos

Regional
Video Aliran Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa Viral, DLH Turun Tangan

Video Aliran Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa Viral, DLH Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X