Taufik Kurniawan Sebut Setoran Rp 3,6 M dari Bupati Kebumen Bentuk Kontribusi Kader untuk PAN

Kompas.com - 14/06/2019, 21:20 WIB
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/11/2018) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comWakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/11/2018)

KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyatakan uang Rp 3,6 miliar pemberian mantan Bupati Kebumen Yahya Fuad bukanlah fee atas pencairan dana alokasi khusus untuk kabupaten tersebut. Namun, sebagai bentuk kontribusi kader kepada Partai Amanat Nasional ( PAN).

"Uang itu merupakan bentuk kontribusi ke partai," kata Taufik saat diperiksa sebagai terdakwa kasus dugaan suap pengurusan DAK untuk Kabupaten Kebumen dan Purbalingga dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/6/2019).

Baca juga: Sidang Taufik Kurniawan, Saksi Jelaskan Alasan Beri Uang Terima Kasih Rp 1,2 Miliar

Menurut dia, Yahya merupakan kader yang diusung PAN dalam Pilkada Kebumen.

Taufik mengakui uang tersebut diserahkan utusan Yahya di Hotel Gumaya sebanyak dua kali. Namun, Taufik menegaskan tidak pernah menerima langsung uang tersebut.

Uang tersebut bahkan langsung diteruskan kepada Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PAN Kebumen Adib Mutaqin.

Berkaitan dengan persoalan DAK yang bersumber dari perubahan APBN 2016, Taufik mengaku tidak pernah mengurus, bahkan menerima proposal pengajuan dari Bupati Kebumen maupun Purbalingga.

Ia mengatakan pernah sekali bertemu dengan Bupati Yahya Fuad yang menyampaikan jika Kebumen akan memperoleh DAK sebesar Rp100 miliar.

"Saudara Yahya meminta agar anggaran DAK tersebut dikawal dan menawarkan fee sebesar 5 persen kalau DAK itu cair," kata Taufik.

Baca juga: Sidang Taufik Kurniawan, Bantah Kesaksian Ketua PAN Jateng hingga Tolak Mundur dari Wakil Ketua DPR

Namun, Taufik menegaskan tidak pernah menanggapi tawaran Yahya Fuad itu.

Ia juga tidak mengetahui jika uang yang diberikan oleh Yahya tersebut bersumber dari DAK untuk Kebumen itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X