4 Fakta Pria Ancam Bunuh Jokowi dan Wiranto, Diserahkan Keluarga hingga Dukung Penegakan Hukum

Kompas.com - 14/06/2019, 21:00 WIB
Tangkapan layar pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo dan hina Wiranto menjadi viral di media sosial.Tangkapan layar akun Twitter @howtodressvvell Tangkapan layar pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo dan hina Wiranto menjadi viral di media sosial.

KOMPAS.com - Fakta di balik penangkapan Muhammad Fahri, pria pengancam Presiden Jokowi dan Wiranto akhirnya terungkap. Pria asal Palu tersebut ternyata diserahkan oleh keluarganya sendiri ke Polres Palu, pada hari Sabtu (1/6/2019).

Kapolres Palu AKBP Mujianto mengatakan, informasi itu meluruskan pemberitaan yang menyebutkan Fahri telah ditangkap polisi. 

Seperti diketahui, video Fahri yang mengancam Jokowi dan Wiranto menjadi viral di media sosial. Setelah itu, Relawan Jokowi melaporkan video dan orang yang mengancam ke pihak polisi.


Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Keluarga mengantar Fahri ke kantor polisi

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragih mengatakan, Fahri tidak ditangkap, melainkan diserahkan oleh pihak keluarga.

"Mendengar informasi bahwa Fahri dicari oleh pihak kepolisian (Polda Metro Jaya), maka selanjutnya pihak keluarga besar Al Khairat melalui Habib Husein mempercayakan dan menyerahkan Fahri ke Satreskrim Polres Palu yang selanjutnya diserahkan ke penyidik Polda Metro Jaya," kata Kristian di Mapolres Palu, Rabu (12/6/2019).

Setelah itu, menurut Holmes, status hukum Fahri tergantung dari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Baca juga: Diserahkan ke Polisi, Pemuda yang Ancam Bunuh Jokowi dalam Kondisi Baik

2. Sikap dukungan keluarga terhadap penegakan hukum

Ilustrasi hukum medisAndreyPopov Ilustrasi hukum medis

Holmes menuturkan, penyerahan Fahri ke Satres Polres Palu oleh keluarga besar Al Khairat sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum.

"Penyerahan Fahri oleh keluarga besar Al Khairat yang diwakili Habib Husein, mendukung penegak hukum dan untuk kepentingan proses hukum yang ada," ungkapnya.

Sementara itu, hadir Habib Husein untuk mewakili keluarga besar Al Khairat dan mendampingi Fahri sampai ke Markas Polda Metro Jaya di Jakarta.

Baca juga: Fakta Kasus Pria Ancam Bunuh Jokowi, Ternyata Diserahkan Keluarga ke Polisi

3. Habib Husein: Dia diperlakukan baik di kantor polisi

Ilustrasi.Thinkstock Ilustrasi.

Habib Husein, perwakilan keluarga yang menyerahkan Fahri, saat dihubungi Kompas.com membenarkan bahwa FH sudah diantar ke Mabes Polri. Saat ini kondisi FH baik-baik saja.

"Saya yang antar langsung sebelum Lebaran kemarin. Di sana dia diperlakukan dengan baik," ujarnya.

Seperti diketahui, video saat Fahri melakukan ancaman kepada Presiden Joko Widodo dan Wiranto menjadi viral di media sosial

Baca juga: 7 Fakta Kasus Dugaan Makar, Kritik Fadli Zon hingga Diduga Dilakukan Dokter Hewan di Sumbar

4. Polisi imbau warga berhati-hati unggah di media sosial

Ilustrasi media sosialViewApart Ilustrasi media sosial

Terkait kasus yang menimpa Fahri, Kapolres AKBP Mujianto mengimbau agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Hal tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Saat ini tim penyelidik Polda Metro Jaya Jakarta tengah melakukan pemeriksaan terhadap Fahri.

Sementara itu, penjelasan terkait pemberitaan yang beredar telah menyebutkan polisi menangkap Fahri. 

"Ini perlu diluruskan karena di pemberitaan ditangkap oleh polisi. Sementara kebenarannya diserahkan oleh keluarga besar Al Khairat yang diwakili Habib Husein," kata Holmes.

Baca juga: Lucunya Jan Ethes Bermain di Tepi Sawah Ditemani Jokowi, Pegawai Rumah Makan Sampai Heboh

Sumber: KOMPAS.com (Caroline Damanik, Erna Dwi Lidiawati)/Antara

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X