Masa Jabatan Berakhir, Dubes Inggris Moazzam Malik Pamit di Surabaya

Kompas.com - 14/06/2019, 19:56 WIB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menghadiri kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (25/4/2017) Dok Humas Universitas Muhammadiyah MalangDuta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menghadiri kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (25/4/2017)

SURABAYA, KOMPAS.com - Duta Besar Inggris untuk RI Moazzam Malik berpamitan di Surabaya, Jumat (14/6/2019). Malik segera mengakhiri masa jabatannya setelah lima tahun.

"Banyak sekali kesan yang saya dapat di Surabaya dan Jawa Timur," ujarnya ketika ditemui seusai bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat.

Malik mengatakan, salah satu yang tak bisa dilupakan yakni keramahan warganya dan kenyamanan saat berada di "Kota Pahlawan" sehingga membuatnya selalu tertarik untuk berkunjung.

Bertugas sejak 2014, pria lulusan Universitas Oxford tersebut mengaku sudah 12 kali berkunjung ke Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur.

"Sebetulnya 13 kali, tapi yang pertama kali belum mulai tugas pada Juni 2014. Saya selalu tertarik berkunjung di kota ini," ucap Malik yang juga merupakan dubes Inggris untuk ASEAN serta Timor Leste tersebut.

Selama lima tahun bertugas, lanjut dia, banyak kemajuan dan kerja sama tercipta antara kedutaan besar dan Surabaya, seperti kesepakatan sister city dengan Liverpool.

Dia berharap, tidak hanya Surabaya, ke depan kerja sama lebih luas dapat dilakukan dengan Provinsi Jawa Timur.

"Saya kira Jatim untuk masa depan Indonesia sangat penting, baik dalam hal perekonomian, politik bahkan keagamaan," katanya.

Malik berpesan kepada penggantinya, Owen Jenkins, sesegera mungkin berkunjung ke Surabaya dan Jawa Timur karena dijamin akan kerasan.

"Tidak lama lagi sudah datang dan dia harus cepat-cepat datang ke Jatim," katanya.

Halaman:


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X