Korban Banjir di Konawe Utara Butuh Makanan, Pakaian, hingga Obat-obatan

Kompas.com - 14/06/2019, 13:43 WIB
Personel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus. ANTARA FOTO/JOJONPersonel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus.

BANDUNG, KOMPAS.com – Korban banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, saat ini membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, selimut, pakaian, hingga obat-obatan.

“Kondisinya gawat darurat, rumah mereka habis terbawa air,” ujar Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda di Jalan Turangga Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/6/2019).

Murni menjelaskan, hujan deras yang mengguyur wilayah Konawe Utara sejak Sabtu (8/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019) menyebabkan puluhan desa terendam dan terisolasi.

Saat kejadian, relawan langsung terjun ke lapangan untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan logistik.

Baca juga: 5 Fakta Banjir Bandang di Konawe Utara, Evakuasi Ribuan Warga Terisolir hingga Tanggap Darurat 14 Hari

Kemudian tim selanjutnya diturunkan dari Makassar yang membutuhkan waktu perjalanan 12 jam. Tim relawan dari Palu pun siap mem-backup.

Dari informasi yang diperolehnya dari lapangan, korban banjir telah mengungsi. Namun karena rumah mereka terendam bahkan ada yang terbawa air, mereka hanya memiliki pakaian yang menempel di badan.

“Kami sudah turunkan 1.000 paket makanan super qurban dan siaga pangan,” ungkapnya.

Namun, bantuan yang dibutuhkan tentunya lebih besar. Sebab hingga kini masih ada daerah yang terisolasi dan menurut BMKG hujan diprediksi turun di daerah tersebut hingga 15 Juni.

“Kita doakan semoga hujan segera reda dan air segera surut,” tuturnya.

Baca juga: Banjir Konawe Utara, 1.200 Korban yang Terisolasi Dievakuasi

Pihaknya akan terus mengirimkan bantuan baik berupa logistik maupun tenaga. Untuk logistik, dananya bersumber dari zakat dan donasi masyarakat yang diakadkan untuk bencana.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Cegah Penyebaran Corona, Dua Jalan Protokol Kota Magelang Ditutup

Regional
Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Karantina Lokal Gaya Kota Tasikmalaya

Regional
Saat Warga Gotong Royong Gali Terowongan Bawah Rel Kereta yang Tertimbun Tanah

Saat Warga Gotong Royong Gali Terowongan Bawah Rel Kereta yang Tertimbun Tanah

Regional
Cerita 60 Warga Desa Ini Isolasi Mandiri Setelah Ada yang Meninggal PDP Corona

Cerita 60 Warga Desa Ini Isolasi Mandiri Setelah Ada yang Meninggal PDP Corona

Regional
Jamaah Tabligh Meninggal Positif Corona, Polisi Isolasi Masjid At-Taqwa Bengkulu

Jamaah Tabligh Meninggal Positif Corona, Polisi Isolasi Masjid At-Taqwa Bengkulu

Regional
Viral Foto 'Lockdown' Desa di Magetan, Ini Penjelasan Camat Barat

Viral Foto 'Lockdown' Desa di Magetan, Ini Penjelasan Camat Barat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X