Duduk Perkara Tudingan Iluminati di Masjid Al Safar, 30 Menit Penjelasan Ridwan Kamil dan Ustaz Rahmat Baequni (1)

Kompas.com - 14/06/2019, 08:00 WIB
Masjid Al Safar yang berada di Rest Area KM 88 B Tol Purbaleunyi Coorporate Communication PT Jasa Marga (Persero) TbkMasjid Al Safar yang berada di Rest Area KM 88 B Tol Purbaleunyi

Ridwan Kamil menyambut baik dialog terbuka dengan Ustaz Rahmat Baequni. Ia menilai, pertemuan itu jadi ajang meluruskan polemik soal desain Masjid Al Safar yang sempat viral. 

Emil mengatakan, pertemuan itu sangat produktif untuk menjaga tali silaturahim antara ulama dan umaro.

"Saya berterima kasih bisa bersilaturahim dengan ustaz setelah Ramadhan. Bahwa bentuk silaturahimnya berdiskusi saya kira produktif dan umat antusias mendengarkan. Intinya saya sebagai Muslim akan taat pada ulama," tutur Emil.

Baca juga: 30 Menit Penjelasan Ridwan Kamil dan Ustaz Rahmat soal Desain Masjid Al Safar

Ia pun berharap, ada kesepakatan dari para ulama terkait arsitektur masjid untuk meminimalisir salah tafsir di masyarakat. Ia menitipkan agar polemik itu segera dikaji oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Emil enggan mengaitkan masalah tersebut ke ranah politik. Ia menganggap hal itu sebagai risiko seorang pemimpin.

MUI akan kaji fatwa soal desain masjid

Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei angkat suara soal perdebatan Ridwan Kamil dan ustaz Rahmat Baequni terkait polemik desain Masjid Al Safar.

Rahmat mengatakan, dialog itu bisa dijadikan contoh dalam menyelesaikan silang pendapat. Meski keduanya punya argumen berbeda, Rahmat meminta agar semua pihak bisa menghargainya.

"Adapun keyakinan masing-masing harus dihargai. Yang perlu disepakati bagaimana menjaga persaudaraan dan bagaimana saling menghargai atas perbedaan pendapat itu. MUI sadar, kedua belah pihak harus menjelaskan dulu. Ini pengalaman yang berharga," ujar Rahmat.

Terkait fatwa soal aturan desain masjid, Rahmat mengatakan akan melakukan kajian dengan melibatkan para ahli.  

Rahmat menjelaskan, pernyataan ulama memang berpengaruh terhadap sikap masyarakat. 

"Kita akan kaji sejauh mana dampaknya merusak keimanan. Semuanya sepakat bahwa keimanan, keyakinan, tapi bukan pengandaian, bahwa ini berdampak tapi jangan pengandaian karena ini perlu kajian," ucap Rahmat.

"MUI sangat memahami, ini kekhawatiran. Memang sebagian orang yang berpendapat secara simbolik atau tekstual kita hargai. Fatwa tentu, tapi kedua pandangan jangan ditinggalkan. Memang manusia itu dipengaruhi tokoh agamanya. Inilah jangan sampai tujuannya bagus tapi harus diuji diteliti," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Regional
Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X