Duduk Perkara Tudingan Iluminati di Masjid Al Safar, 30 Menit Penjelasan Ridwan Kamil dan Ustaz Rahmat Baequni (1)

Kompas.com - 14/06/2019, 08:00 WIB
Masjid Al Safar yang berada di Rest Area KM 88 B Tol Purbaleunyi Coorporate Communication PT Jasa Marga (Persero) TbkMasjid Al Safar yang berada di Rest Area KM 88 B Tol Purbaleunyi

BANDUNG, KOMPAS.com - Perdebatan soal desain Masjid Al Safar karya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ditafsirkan Ustaz Rahmat Baequni menyerupai simbol iluminati berbuntut panjang.

Keduanya sepakat untuk menggelar dialog terbuka yang ditengahi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Adu argumen itu dihelat di Bale Asri Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Senin (10/6/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, agenda pertemuan itu disebar masing-masing pihak di akun sosial media Instagram. Dialog itu pun menyita atensi ribuan warga. Bahkan, banyak warga yang tak bisa masuk lantaran kapasitas ruangan terbatas.

Dalam pertemuan itu, hadir pula para pimpinan MUI Jabar termasuk Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei yang turun tangan sebagai moderator.

Ridwan Kamil dan Rahmat Baequni mendapat waktu masing-masing 30 menit untuk menjelaskan hal tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Baequni memberikan presentasi berjudul Paganisme Moderen. Salah satu isinya, menggambarkan perkembangan sejarah terbentuknya simbol-simbol yang berkaitan dengan zionisme mauapun illuminati.

Ia sempat menunjukkan sejumlah monumen di dunia yang menunjukan simbol segitiga dan ornamen mata satu. Salah satu yang dicontohkan yakni logo kepolisian Arab Saudi, dan tugu geometri engenerring square Jeddah.

"Ingat zionis Yahudi bergerak ingin menguasi dunia. Mereka ingin menciptakan tatanan dunia baru di mana mereka lah yang jadi penguasanya. Dan mereka bergerak dalam tiga ranah, simbol, ritual, dan arsitektur," ujar Rahmat Baequni dalam penggalan pidatonya.

Baca juga: 5 Fakta Desain Masjid Al Safar Karya Ridwan Kamil yang Viral, Dituding Simbol Illuminati hingga Sita Perhatian Dunia

Diakhir pemaparannya, Rahmat Baequni juga menyinggung soal simbol di Masjid Pusdai Jabar yang ia sebut punya ornamen seperti bendera Yahudi.

"Simbol ini pernah muncul di Masjid Pusdai Jabar. Saya katakan itu simbol Yahudi, kenapa simbol itu ada dalam masjid? Saya kira tidak layak simbol semacam itu ada dalam masjid. Ketika itu saya temui langsung, saya tidak berkoar di media saya temui DKM-nya. Tidak ada respons yang berarti saat itu. Maka selama simbol itu tidak dihilangkan di Masjid Pusdai Jabar, saya tidak akan shalat di Masjid Pusdai Jabar," ucapnya.

Namun, sebelum membahas Masjid Al Safar, Rahmat Baequni terpaksa menghentikan pemaparannya karena terbatas waktu.

Ridwan Kamil dalam pemaparannya menjelaskan soal latar belakang karya arsitekturnya di sejumlah masjid. Sebelumnya, ia juga menyinggung soal multitafsir dalam dunia arsitektur.

Salah satu yang ia bahas yakni desain Masjid Pusdai Jabar yang merupakan karya dosen ITB Slamet Wirosanjaya.

"Desain ini terinspirasi masjid di Turki. Karena Indonesia daerah tropis maka atapnya dibuat miring agar air menurun deras. Kalau dilihat ada tumpukan piramida," papar Emil, sapaan akrabnya.

Masjid Al Safar yang ada di Rest Area KM 88 B Tol PurbaleunyiCorporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Masjid Al Safar yang ada di Rest Area KM 88 B Tol Purbaleunyi

Emil pun memaparkan sejumlah arsitektur masjid yang ia buat seperti Masjid Al Irsyad yang terinspirasi kabah, Masjid Sulawesi Selatan yang terinspirasi 99 asmaul husna, termasuk desain masjid yang ia buat untuk pusat dakwah di Sevilla, Spanyol.

Baca juga: Kontroversi Masjid Al Safar, Ridwan Kamil Sebut Taat pada Ulama

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Regional
Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Kuncinya Jaga Imunitas dan Patuh Aturan

Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Kuncinya Jaga Imunitas dan Patuh Aturan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X