[POPULER NUSANTARA] Fakta di Balik Pria Ancam Bunuh Jokowi | 34 Terduga Teroris Ditangkap di Kalteng

Kompas.com - 14/06/2019, 07:48 WIB
Wisatawan saat sedang melakukan mongkey seflie di objek wisata Monkey Forest Ubud. Foto ini memberi kesan seakan-akan kera yang membawa ponsel wisatawan. 

Tribun BaliWisatawan saat sedang melakukan mongkey seflie di objek wisata Monkey Forest Ubud. Foto ini memberi kesan seakan-akan kera yang membawa ponsel wisatawan.

Baca berita selengkapnya: Terduga Teroris di Kalteng yang Ditangkap Jadi 34 Orang

3. Kera bisa "selfie" dengan wisatawan di Bali jadi viral

Pawang kera obyek pariwisata Monkey Forest Ubud, I Nyoman Surata (40), berjasa besar meningkatkan jumlah kunjungan ke destinasi wisata tersebut. Berkat dia, pengunjung menjadi lebih ramai.

Tak hanya mancanegara, wisatawan domestik juga banyak berdatangan. Hal ini terjadi karena Surata bisa mengarahkan kera dalam sesi pemotretan. Sehingga, kesannya seolah-olah kera yang mengambil foto sendiri alias selfie.

“Awalnya monkey selfie hanya dilakukan oleh wisman. Tapi setelah fotonya tersebar di media sosial, pengunjung lokal pun banyak yang ke sini. Saya sampai tak bisa istirahat,” ujarnya, Minggu (9/6/2019).

Promosi dengan cara ini terbilang efektif dan berperan penting memperkenalkan objek wisata Monkey Forest Ubud yang baru.

Baca berita selengkapnya: Viral Foto Kera "Selfie" dengan Wisatawan di Ubud Bali, Ini Ceritanya

4. Tak diberi uang, pengamen pukul pemilik rumah dengan gitar

Meseri (47) seorang pengamen saat diamankan setelah memukul warga karena tidak diberi uang, Kamis (13/6/2019) Dok. Humas Polres Malang Meseri (47) seorang pengamen saat diamankan setelah memukul warga karena tidak diberi uang, Kamis (13/6/2019)
Meseri (47), seorang pengamen memukul M Ghufron (45) menggunakan gitarnya karena tidak diberi uang. Akibatnya, Ghufron mengalami luka di bagian kepalanya dan dirawat di Rumah Sakit Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Kejadian itu bermula saat pelaku mengamen di rumah korban di Jalan Pudak Nomor 333 RT 30 RW 3 Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/6/2019) pukul 11.15 WIB.

Korban tidak berniat memberi dan meminta kepada pengamen tersebut supaya rumahnya dilewati.

"Itu ngamen. Yang punya rumah bilang mohon maaf dilewati saja. Yang ngamen merasa tersinggung, yang punya rumah dipukul kepalanya sampai robek. Terus pengamen lari dan dikejar oleh tetangganya," kata Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo, saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Baca berita selengkapnya: Tidak Diberi Uang, Seorang Pengamen Pukul Pemilik Rumah dengan Gitar

5. Polisi: Khoirul tidak dibakar temannya, tetapi...

Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-Fotos Ilustrasi api.
Kasat Reskrim Polres Pati, AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, luka bakar yang diderita Moh Khoirul Muhaimin (10) bukan karena dibakar temannya, melainkan karena kelalaian.

Andi mengatakan, Khoirul terkena semburan api dari mercon bumbung akibat kekurang hati-hatian saat dimainkan.

"Jadi bukan karena dibakar oleh temannya, itu keterangan yang salah dan tolong diluruskan. Peristiwa itu murni kecelakaan akibat kelalaian. Jadi korban terkena semburan api dari mercon bumbung akibat kekurang hati-hatian mereka. Jadi tidak ada unsur sengaja dibakar seperti yang ramai di medsos," tegas Andi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/6/2019).

Sebelumnya, informasi viral di media sosial menyebut pelajar kelas 4 SD asal Desa Karangrejo, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu menderita luka bakar serius setelah dibakar oleh temannya.

Baca berita selengkapnya: Bocah Diduga Dibakar Temannya, Polisi Ungkap Fakta Berbeda

Sumber: KOMPAS.com (Puthut Dwi Putranto Nugroho, Caroline Damanik, Andi Hartik, Rachmawati, Candra Setia Budi)/Antara

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X