Takut Ditembak Mati karena Fotonya Viral di Medsos, Buronan Perampok Sadis Menyerahkan Diri

Kompas.com - 13/06/2019, 21:36 WIB
Alwi, anggota komplotan perampok yang sudah 6 tahun buron , memilih menyerahkan diri karena takut mati ditembak. 


SRIPOKU.COM/HANDOUTAlwi, anggota komplotan perampok yang sudah 6 tahun buron , memilih menyerahkan diri karena takut mati ditembak.
Editor Khairina

OKU, KOMPAS.com-Alwi (30), anggota komplotan perampok bersenjata api memilih menyerahkan diri ke polisi setelah 6 tahun menjadi buronan polisi.

Alwi menyerahkan diri karena takut ditembak mati lantaran fotonya beredar di sosial media masuk daftar buruan polisi dan menjadi viral.

Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Alex Andriyan SKom yang dimintai konfirmasinya Rabu (12/6/2019), seperti ditulis Tribunnews, membenarkan bahwa buronan yang paling dicari polisi ini sudah menyerahkan diri.

Alwi menyerahkan diri ke Polres Waykanan Lampung, selanjutnya dijemput oleh Kasat Reskrim dan Kanit Pidum Polres OKU.

Alwi sudah enam tahun buronan Polres OKU dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Tersangka Alwi bersama komplotannya merupakan penjahat yang paling ditakuti karena merupakan penjahat sadis yang saat beraksi tidak segan-segan menyiksa korbannya.

Enam tahun yang lalu, tepatnya 24 Juli 2013, Alwi dan komplotannya merampok tauke karet di Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

Saat Alwi dan komplotannya beraksi, ternyata di dalamnya ada belasan polisi yang menyamar menjadi tauke karet.

Komplotan perampok yang mengira mobil truk yang disopiri anggota polisi itu adalah mobil tauke karet langsung beraksi dengan menembak kaca mobil di depan sopir.

Melihat ancaman tersebut, timsus gabungan langsung mengeluarkan tembakan dan terjadilah baku tembak antara polisi dan perampok.

Baca juga: KPK dan Polres Tangsel Tangkap Buronan Polda Lampung

Kontak senjata belasan anggota polisi yang sedang menyamar dengan enam penjahat bersenpi, masing-masing Sukirno bin Suratman (26), petani, alamat di HTO Beringin Jaya Blok D Kabupaten OKU (sudah menjalani hukuman), Ihsan bin Jainuri, yang meninggal dalam aksi baku tembak, dan Alwi (30), pekerjaan wiraswasta, alamat di Desa Sido Mulyo Kecamatan Belitang I Kabupaten OKU Timur (ditangkap).

Kemudian, Sukir (32), alamat Desa Sumber Jaya, Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur (DPO), Fendi (30), alamat HTI Beringin jaya Blok D, Kabupaten OKI (DPO) serta Dobrak (26), alamat Dung Rejo BK IX Belitang Kabupaten OKU Timur (DPO).
 
Dikatakan Kapolres, para penjahat sadis ini merupakan komplotan yang sering merampok tauke karet.

Dengan sudah ditahannya pelaku, polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api rakitan, 5 butir amunisi, 1 unit sepeda motor Honda supra X 125 CW warna hitam dengan Nopol BG 2139 WW berikut STNK, 1 buah tas pinggang warna hitam dan 1 unit mobil Truck Colt Diesel warna kuning Nopol BG 8981 BS.

Pelaku Alwi kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres OKU.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Takut Ditembak Polisi Karena Foto Wajahnya Sudah Tersebar, Anggota Perampok Ini Menyerahkan Diri, http://www.tribunnews.com/regional/2019/06/13/takut-ditembak-polisi-karena-foto-wajahnya-sudah-tersebar-anggota-perampok-ini-menyerahkan-diri?page=2.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X