Sampah Menggunung di Kantor Pemda Bandung Barat dan Objek Wisata Situ Ciburuy

Kompas.com - 13/06/2019, 19:49 WIB
Tumpukan sampah di objek wisata Situ CiburuyKOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Tumpukan sampah di objek wisata Situ Ciburuy

PADALARANG, KOMPAS.com- Dua lokasi penting di Kabupaten Bandung Barat dihiasi pemandangan kurang sedap. Dua lokasi tersebut adalah kawasan wisata Situ Ciburuy dan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat.

Di objek wisata Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, tumpukan sampah yang menggunung di beberapa titik berada tidak jauh dari lokasi warung makan yang berjajar di sisi danau.

Tak ayal, hal tersebut membuat wisatawan merasa jijik dan kehilangan selera untuk berlama-lama berada di tempat itu.

Baca juga: Juli, Pemprov Jabar Mulai Program Tukar Sampah Plastik Jadi Emas


Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Situ Ciburuy mengeluhkan hal tersebut. Sumi (35) salah satunya. Dia menilai, semestinya pemerintah atau pengelola Situ Ciburuy lebih peka dan memperhatikan aspek kebersihan sehingga tidak ada sampah yang dibiarkan menumpuk.

“Jadi terlihat kumuh karena banyak sampah menumpuk di mana-mana, pengunjung pastinya akan malas untuk datang lagi," kata Sumi, Kamis (13/6/2019).

Sumi yang datang bersama keluarganya sangat menyayangkan banyaknya tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung.

Selain meluber ke bibir jalan dan menimbulkan bau yang tidak sedap, tumpukan sampah juga terlihat di tepian danau sehingga menimbulkan bau tidak enak di warung-warung lesehan yang menjajakan makanan dan minuman.

"Kalau begini kan orang makan juga jadi enggak nafsu, karena melihat sampah dan banyaknya lalat," sambungnya.

Wisatawan lain, Suherman (40) mengatakan, semestinya Situ Ciburuy yang memiliki nilai historis menjadi aset wisata unggulan di Bandung Barat. Tetapi, dia menilai, kenyataannya jauh berbeda karena kebersihan di Situ Ciburuy belum bisa tertangani dengan baik.

"Ciburuy ini adalah legenda wisata bagi masyarakat Sunda. Sayang kalau dibiarkan kotor dan kumuh, semoga saja ini jadi perhatian bagi Pemerintah Bandung Barat," singkatnya.

Bukan hanya di objek wisata Situ Ciburuy, tumpukan sampah yang belum diangkut pun tampak terlihat di kompleks perkantoran Pemda Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (13/6/2019) pagi.

Tumpukan sampah pun sangat mengganggu estetika dan keasrian kompleks perkantoran Pemda Bandung Barat. Pasalnya, selain menjadi pusat aktivitas ASN, kompleks pemda ini juga banyak dikunjungi oleh tamu dan masyarakat umum.

Sejumlah tumpukan sampah tampak terlihat di beberapa sudut komplek perkantoran. Yang paling mencolok mata adalah tumpukan sampah yang cukup menggunung di Gedung A atau tidak jauh dari depan Kantor Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta beberapa kantor dinas lainnya. Sampah itu sebagian sudah dibungkus karung dan sisanya ada yang berserakan.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Regional
Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Close Ads X