Kapolda Sumatera Utara: Enggak Usah Ikut-ikutan ke Jakarta, Ngapain?

Kompas.com - 13/06/2019, 16:42 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (tengah) bersalaman dengan peserta apel gabungan di Lapangan Benteng Medan, Kamis (13/6/2019). Agus mengingatkan masyarakat Sumut supaya tidak ikut-ikutan ke Jakarta dan mengajak menjaga  keamanan dan ketertiban di Sumut. IstimewaKapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto (tengah) bersalaman dengan peserta apel gabungan di Lapangan Benteng Medan, Kamis (13/6/2019). Agus mengingatkan masyarakat Sumut supaya tidak ikut-ikutan ke Jakarta dan mengajak menjaga keamanan dan ketertiban di Sumut.


MEDAN, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengingatkan masyarakat Sumatera Utara agar tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Mahkamah Konstitusi mulai menggelar sidang sengketa Pilpres 2019 di Jakarta mulai Jumat (14/6/2019).

"Enggak usah ikut-ikutan ke sana. Ngapain? Iya kalau sampai sana, kalau kecelakaan di jalan bagaimana? Lebih baik kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Sumut,” kata Agus, kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: 9 Hakim MK Diyakini Netral Tangani Gugatan Pilpres 2019

Hal itu disampaikan Agus usai apel gabungan konsolidasi Operasi Ketupat Toba 2019, yang melibatkan seribuan pasukan gabungan TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Basarnas, KPU dan Bawaslu, di Lapangan Benteng.

Agus melanjutkan, sedikitnya 14.000 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk pengamanan di wilayah Sumatera Utara jelang sidang sengketa hasil Pemilu 2019.

"Semua disiagakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di Sumatera Utara saat sidang sengketa hasil Pemilu di MK besok," ujar Agus.

Apel gabungan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dalam menjaga keamanan di Sumut. Proses pengamanan ini sendiri akan berlangsung beberapa hari.

"Untuk menjaga agar tidak terjadi kerusuhan di masyarakat," ujar dia.

Personel gabungan ini akan ditempatkan di sejumlah titik vital yang ada di Sumut, terutama Kantor KPU dan Bawaslu, kantor-kantor pemerintahan dan tempat-tempat umum.

"Ini sebenarnya merupakan lanjutan dari pengamanan Pemilu yang telah berlangsung sebelum proses Pemilu 2019 lalu," ujar dia.

Sementara, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah mengungkapkan, sejauh ini situasi kamtibmas di Sumut sangat kondusif.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X