Sri Sultan: Situasi Politik Saat Ini Mirip Tahun 1948...

Kompas.com - 13/06/2019, 13:23 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat Sambutan dalam kegiatan silaturahim dan syawalan Gubernur DIY Tahun 1440 H/2019 M, di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat Sambutan dalam kegiatan silaturahim dan syawalan Gubernur DIY Tahun 1440 H/2019 M, di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, Kamis (13/6/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengajak kedua kubu yang bersaing saat Pilpres 2019 untuk saling menghormati dan berdamai demi kepentingan bangsa.

Hal itu diungkapkan Raja Keraton Yogyakarta saat memberikan pidato dalam kegiatan silaturahim dan syawalan Gubernur DIY Tahun 1440 H / 2019 M, di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, Kamis (13/6/2019).

Sultan menyebut kondisi saat ini seperti tahun 1948, dimana situasi politik mengancam integrasi bangsa.

Saat itu menghadapi situasi yang demikian, Presiden Soekarno menginisiasi acara halalbihalal atas saran tokoh Nahdlatul Ulama Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah.

"Bukankah situasi tahun 1948 itu ada kohensinya dengan peristiwa di tahun 2019 ini ketika kita seakan terbelah menjadi dua golongan bangsa. Konsekuensinya diperlukan upaya membangun islah," katanya, Kamis.

Baca juga: Cerita Narti Tak Sekali Pun Lewatkan Open House Sultan, Antre Pagi-pagi hingga demi Ayem Tentrem

Sultan mengatakan, di mata Kiai Wahab, permintaan Bung Karno untuk meredam gesekan politik bukanlah hal sulit karena bertepatan bulan suci Ramadhan menjelang Idul Fitri, dimana setiap Muslim disunahkan bersilaturahim dan saling memaafkan.

Namun, Bung Karno meminta istilah selain silahturahim agar lebih keren dan menarik minat.

Kiai Wahab mengatakan, para elit politik tidak mau bersatu saling menyalahkan dan itu diharamkan dalam Islam.

Maka harus dihalalkan dengan saling memaafkan sehingga silahturahim nanti, diistilahkan sebagai halalbihalal. Dari sejarahnya kata halalbihalal memang lahir dari kultur masyarakat Indonesia dan tidak ada dalam kata kosa kata Arab.

Bahkan bangsa Arab jika membacanya tidak akan mengerti maksudnya meski berakar kata Arab.

Baca juga: 4 Fakta Kunjungan Jokowi di DIY, Shalat Jumat di Masjid Peninggalan Bung Karno hingga Bertemu Sri Sultan

Dalam kajian hukum Islam, islah adalah memperbaiki, mendamaikan, mengembalikan harmoni kehidupan, dan menghilangkan sengketa atau kerusakan.

Menurut istilah dalam satu golongan, jika terjadi perbedaan perlu ada pihak ketiga yang menengahi dan mengislahkannya. Damai kedua kubu, Sultan mengutip Surat Al-Hujarat ayat 10.

"Jika di kalangan atas politik berbuah transaksi, janganlah pula yang di bawah memakan tragedi. Artinya kita yang berada di daerah baik bagi yang bersimpati kepada 01 dan 02, keduanya amat terbuka untuk bersama sama memasuki gerbang islah kultural," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Regional
2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

Regional
Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Regional
5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

Regional
4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

Regional
Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Regional
Telantar di Bandara Dubai, TKI Ini Selamat berkat Sebuah Posting di Facebook

Telantar di Bandara Dubai, TKI Ini Selamat berkat Sebuah Posting di Facebook

Regional
Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

Banjir di Dharmasraya, 1 Bocah Tewas dan Warga Panjat Pohon Selamatkan Diri

Regional
Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X