Atas Rekomendasi Ombudsman RI, Zona PPDB SMA di Yogyakarta Diperluas

Kompas.com - 13/06/2019, 12:06 WIB
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji saat menjelaskan PPDB 2019 di DIY KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAKepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji saat menjelaskan PPDB 2019 di DIY

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan zonasi sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2019 di perluas karena sebagian calon wali murid belum sepenuhnya siap melaksanakan PBDB berbasis zonasi secara penuh.

"Kita mendapatkan beberapa masukan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga," ujar Kepala Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Baskara Aji dalam jumpa pers, Rabu (12/06/2019)

Baskara Aji menuturkan, beberapa calon wali murid belum sepenuhnya siap untuk melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis zonasi secara penuh. Sehingga menyampaikan keberatan dengan PPDB berbasis zonasi penuh kepada anggota DPRD DIY, ke Ombudsman RI, dan Lembaga Ombudsman Daerah (LOD).

Baca juga: Disdik dan Sekolah di Depok Sambut Baik Penghapusan SKTM Saat PPBD

Keberatan calon wali murid ini karena beberapa hal. Salah satunya ada anak-anak yang menginginkan masuk kesekolah tertentu tetapi ternyata di luar zona, sehingga tidak bisa mendaftar dan akhirnya kecewa.

"Ada anak yang merasa bakat dan minatnya cocok dengan satu sekolah, tetapi tidak bisa mendaftar karena bakat dan minatnya tidak ada di ekstrakurikuler di sekolah itu," ucapnya.

Dari keberatan-keberatan tersebut, ada rekomendasi dari Ombudsman RI untuk PPDB berbasis zonasi di DIY tahun ini diperluas.

Saran tersebut lantas diolah oleh Disdikpora DIY dan langsung melakukan revisi terhadap peraturan kepala dinas dengan memperluas zonasi.

"Jadi yang semula satu kelurahan satu sekolah, sekarang berubah. Khusus SMA satu kelurahan itu memiliki tiga zona satu SMA Negeri," tegasnya.

Baskara Aji mencontohkan seperti Kelurahan Terban mempunyai zona satu SMA Negeri 6. Zona tersebut akan ditambah dengan SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 3.

"Jadi anak bisa memilih lebih dari satu sekolah atau bisa tiga sekolah. Bahkan juga memilih tiga jurusan dalam satu sekolahan," urainya.

Baca juga: Usai PPBD “Online”, Tersisa 56 Kursi di SMP 1 Kota Bekasi

Ia menyampaikan, PBDB SMA di DIY masih dengan tiga jalur sesuai dengan Peraturan Menteri. Pertama jalur prestasi, jalur zonasi, dan jalur perpindahan orang tua.

"Itu Peraturan Menteri dan kami tidak merubah itu, kalau merubah akan terjadi ketidak patuhan saya terhadap peraturan diatasnya," bebernya.

Secara rinci, Baskara Aji menuturkan khusus SMA Negeri di DIY total rombongan belajar sebanyak 402 kelas dengan total daya tampung SMA sebanyak 14.471 siswa.

Sedangakan untuk SMK Negeri di DIY total rombongan belajarsebanyak 478 kelas dengan total daya tampung SMK Negeri sebanyak 17.208 siswa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Kabur ke Banjarmasin

Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Kabur ke Banjarmasin

Regional
Fakta Lengkap Pengemudi Ojol Ditendang hingga Terjungkal, Berawal Adu Klakson, Pelaku Terpengaruh Narkoba

Fakta Lengkap Pengemudi Ojol Ditendang hingga Terjungkal, Berawal Adu Klakson, Pelaku Terpengaruh Narkoba

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur | Mengenal Tradisi Pacaran Orang Rimba

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur | Mengenal Tradisi Pacaran Orang Rimba

Regional
Kala Prabowo Perbaiki Kerah Enzo, Taruna Akmil Keturunan Perancis

Kala Prabowo Perbaiki Kerah Enzo, Taruna Akmil Keturunan Perancis

Regional
Sedang Main Pasir, Anak di Bali Temukan Tengkorak Manusia

Sedang Main Pasir, Anak di Bali Temukan Tengkorak Manusia

Regional
Perkembangan Baru Pascabentrokan di Madina, Polisi Amankan 17 Warga, Ada Wanita dan Anak-anak

Perkembangan Baru Pascabentrokan di Madina, Polisi Amankan 17 Warga, Ada Wanita dan Anak-anak

Regional
Detik-detik Kapolres Bangkalan Bentak Pemuda Tak Bermasker di Kafe: Pulang Kamu

Detik-detik Kapolres Bangkalan Bentak Pemuda Tak Bermasker di Kafe: Pulang Kamu

Regional
Fakta Skripsi Dibuang di Halaman Kampus, Rektor Unilak Minta Maaf, Kepala Perpus Dipecat

Fakta Skripsi Dibuang di Halaman Kampus, Rektor Unilak Minta Maaf, Kepala Perpus Dipecat

Regional
Cerita di Balik Mahar Nikah Sandal Jepit dan Segelas Air, Dibully Warganet dan Ingin Bantu Suami

Cerita di Balik Mahar Nikah Sandal Jepit dan Segelas Air, Dibully Warganet dan Ingin Bantu Suami

Regional
Bagikan Sembako di 4 Daerah, Kang Emil: 2/3 Warga Jabar Butuh Bantuan

Bagikan Sembako di 4 Daerah, Kang Emil: 2/3 Warga Jabar Butuh Bantuan

Regional
Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X