[BERITA POPULER] Jemaah Shalat Id Bubar Karena Khatib Ceramah Politik | Seruan Prabowo Jelang Sidang MK

Kompas.com - 13/06/2019, 06:45 WIB
Warga di Kampung Nelayan Nambangan menunaikan Shalat Idul Fitri 1440 H di Masjid Al Mabrur Nambangan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/6/2019).ANTARA FOTO/MOCH ASIM Warga di Kampung Nelayan Nambangan menunaikan Shalat Idul Fitri 1440 H di Masjid Al Mabrur Nambangan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/6/2019).

1. Viral, Jemaah Shalat Id Bubarkan Diri gara-gara Khatib Ceramah Politik

Jemaah shalat Idul Fitri 1440 Hijriah membubarkan diri setelah mendengar ceramah berisi tentang politik dari khatib viral di media sosial.

Video jemaah shalat Id membubarkan diri tersebut terjadi di Lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (5/6/2019) lalu.

Camat Trucuk, Bambang Haryoko, bersama unsur Polres, Kodim, Muspika, Polsek, Koramil, Jajaran Camat, MUI maupun FKUB telah memanggil khatib yang menyampaikan isi ceramah politik tersebut.

Baca selengkapnyaBaca juga: Khatib yang Sampaikan Ceramah Politik Saat Shalat Id Minta Maaf

2. Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Hadir di Sekitar MK Selama Sidang Sengketa Pilpres

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sampaikan harapannya terhadap para pendukung saat sidang sengketa pemilu di MK.YouTube Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sampaikan harapannya terhadap para pendukung saat sidang sengketa pemilu di MK.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta para pendukungnya agar tidak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Mahkamah Konstisusi saat sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Prabowo mengatakan, sudah ada delegasi yang mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang tersebut.

Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

Baca selengkapnyaBaca juga: Prabowo: Apa Pun Keputusan MK, Kita Sikapi dengan Dewasa dan Tenang

3. Polisi Kantongi Bukti Pertemuan Kivlan Zen dengan Tersangka Lain Rencanakan Pembunuhan

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kiri) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Polisi menahan Kivlan Zen di tahanan Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan karena disangka memiliki dan menguasai senjata api yang terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.ANTARA FOTO/RENO ESNIR Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kiri) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Polisi menahan Kivlan Zen di tahanan Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan karena disangka memiliki dan menguasai senjata api yang terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Polisi mengantongi sejumlah bukti soal pertemuan Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen dengan sejumlah tersangka lain terkait rencana pembunuhan sejumlah pejabat negara.

Polisi menunjukkan foto pertemuan bahkan video aktivitas tersangka yang telah mengintai target yang akan dibunuhnya.

Baca selengkapnyaBaca juga: Yunarto Wijaya Maafkan Kivlan Zen yang Diduga Berniat Membunuhnya

4. Komidi Putar di PRJ Ambruk, Sejumlah Orang Luka-luka

Komidi putar di PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat yang sempat roboh sudah diperbaiki kembali, Rabu (12/6/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Komidi putar di PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat yang sempat roboh sudah diperbaiki kembali, Rabu (12/6/2019)

Wahana komidi putar di arena Pekan Raya Jakarta ( PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta Pusat, ambruk.

Kapolsek Kemayoran Kompol Syaiful Anwar mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (10/6/2019) malam.

Sejumlah pengunjung dilaporkan menderita luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Baca selengkapnyaBaca juga: Penyebab Ambruknya Komidi Putar di PRJ Menurut Polisi

5. Politisi Gerindra Tuduh Dampak Perang Dagang Hoaks, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wardjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wardjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (11/6/2019) yang juga dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, anggota DPR dari fraksi Partai Gerindra Bambang H menyampaikan ketidaksetujuannya terkait dampak perang dagang terhadap perekonomian Indonesia yang cenderung tertahan tahun ini.

Menurut dia, pandangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengenai dampak perang dagang terhadap ekonomi Indonesia tidak berdasarkan fakta atau hoaks.

Menjawab Bambang, Sri Mulyani memaparkan dampak situasi global tersebut terhadap Indonesia. Baca selengkapnyaBaca juga: Ini Dampak Perang Dagang AS-China ke Indonesia versi Bank Indonesia



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X