Kisah Penjual Rujak Cingur Rp 60.000 di Surabaya yang Viral, Dapat Teror Puluhan Kali hingga Biayai Suami Cuci Darah

Kompas.com - 12/06/2019, 20:43 WIB
Ibu Mella, penjual rujak cingur seharga Rp 60.000 di Wiguna Timur, Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Rungkut, Surabaya, melayani pembeli, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANIbu Mella, penjual rujak cingur seharga Rp 60.000 di Wiguna Timur, Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Rungkut, Surabaya, melayani pembeli, Rabu (12/6/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Penjual rujak cingur seharga 60.000 di Surabaya, Marmilla atau Mella (43), tidak menyangka dagangan rujak cingurnya bisa viral di media sosial.

Ia menyayangkan tindakan orang yang memviralkan video tersebut meski ia juga mengaku mendapat hikmah atas viralnya video yang diunggah di media sosial beberapa waktu lalu itu.

"Empat pemuda yang memviralkan video itu berlebihan dan bisa dituntut lho," kata Mella, Rabu (12/6/2019).

Mella menceritakan, pada Sabtu (8/6/2019) ada empat pemuda yang membeli rujak cingurnya serta es manado. Namun, kata Mella, di video yang viral itu disebutkan bahwa es teh dijual Rp 15.000.

Baca juga: Sempat Tutup, Rujak Cingur Rp 60.000 yang Viral di Surabaya Buka di Tempat Baru

"Saya enggak jual es teh. Orang itu beli es manado ambil berkali-kali. Es manado memang dijual Rp 15.000. Tapi dibilang es teh," ujar dia.

Ia menegaskan, rujak cingur seharga Rp 60.000 itu bukan untuk menipu pembeli. Sebab, satu porsi rujak cingur itu bisa dimakan untuk tiga orang.

"Irisan cingurnya pun besar-besar. Petisnya bukan petis biasa yang dijual Rp 10.000-an. Petisnya dua macam, petis Madura dan petis udang. Harga per kilonya Rp 90.000," ucap Mella.

Pasca-video rujak cingurnya itu viral di media sosial, gerobak dorong yang biasa dipakai berjualan dirusak orang tidak dikenal. Banner yang menempel di gerobak dirusak dan gelas juga dipecahkan.

Selain itu, Mella mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal. Ia menduga, orang yang meneror dirinya adalah pembeli yang membuat video hingga viral di media sosial.

"Saya diteror lewat telepon lebih 20 kali. Orang yang meneror itu pakai nomor gonta-ganti, kadang pakai private number," jelasnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mata Seorang Nenek Bengkak Disembur Ular Kobra

Mata Seorang Nenek Bengkak Disembur Ular Kobra

Regional
Jenazah Wali Kota Banjarbaru Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Jenazah Wali Kota Banjarbaru Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Regional
Di Akhir Perjuangan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Melawan Covid-19...

Di Akhir Perjuangan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Melawan Covid-19...

Regional
Sehari Sebelum Meninggal, Wali Kota Banjarbaru Masih Aktif Bermedia Sosial

Sehari Sebelum Meninggal, Wali Kota Banjarbaru Masih Aktif Bermedia Sosial

Regional
Begini Cara Kodim Cianjur Bantu Pelajar yang Kesulitan Kuota Internet

Begini Cara Kodim Cianjur Bantu Pelajar yang Kesulitan Kuota Internet

Regional
Tiba-tiba Terdengar Suara Teriakan di Puskesmas, Ternyata Pembesuk Ditusuk hingga Tewas

Tiba-tiba Terdengar Suara Teriakan di Puskesmas, Ternyata Pembesuk Ditusuk hingga Tewas

Regional
Kekerasan Seksual Anak Marak Terjadi, RUU PKS Dinilai Mendesak

Kekerasan Seksual Anak Marak Terjadi, RUU PKS Dinilai Mendesak

Regional
PKS dan PPP Usung Mahyeldi-Audy di Pilkada Sumbar 2020

PKS dan PPP Usung Mahyeldi-Audy di Pilkada Sumbar 2020

Regional
Meninggal Dunia karena Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Meninggal Dunia karena Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Regional
Almarhum Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Sempat Ingatkan Soal Wabah Covid-19: Jangan Dianggap Enteng

Almarhum Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Sempat Ingatkan Soal Wabah Covid-19: Jangan Dianggap Enteng

Regional
Kapal Patroli Tenggelam di Laut Pulau Tibi Kaltara, 3 Polisi Hilang

Kapal Patroli Tenggelam di Laut Pulau Tibi Kaltara, 3 Polisi Hilang

Regional
Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid, Petugas Tempuh Jalur Ekstrem hingga Buka Jalan Baru

Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid, Petugas Tempuh Jalur Ekstrem hingga Buka Jalan Baru

Regional
Meninggal Terinfeksi Covid-19, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Sempat Menurun di Hari Minggu

Meninggal Terinfeksi Covid-19, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Sempat Menurun di Hari Minggu

Regional
Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X