5 Fakta Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Jejak Darah di Jalan Setapak hingga Organ Kepala dan Tangan Masih Dicari

Kompas.com - 12/06/2019, 16:15 WIB
Karoman korban pembunuhan disertai mutilasi semasa hidup KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIAKaroman korban pembunuhan disertai mutilasi semasa hidup

KOMPAS.com - Kasus mutilasi di Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian. 

Polisi telah memeriksa 10 saksi mata terkait kematian seorang nelayan asal Desa Pinang Mas, Karoman (40).

Karoman yang pamit mencari ikan di sungai dekat rumahnya ditemukan tewas tanpa kepala dan tangan oleh warga.

Sementara itu, anjing pelacak milik polisi mencium jejak darah di jalan setapak di sekitar lokasi. Polisi berharap segera dapat mengungkap kasus tersebut.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Polisi periksa 10 saksi, termasuk istri korban

Personel dari Polres Ogan Ilir melakukan olah TKP ulang di lokasi penemuan jasad Karoman korban tewas diduga korban pembunuhan disertai mutilasi. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Personel dari Polres Ogan Ilir melakukan olah TKP ulang di lokasi penemuan jasad Karoman korban tewas diduga korban pembunuhan disertai mutilasi.

Tim penyidik kepolisian ke Mapolsek Tanjung Raja telah meminta keterangan 10 orang saksi.

Istri korban, Mardiah, juga turut dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Karoman (40), Rabu malam lalu.

Kepala Dusun 2 Desa Pinang Mas Amrullah mengatakan, dirinya tidak tahu secara persis apa tujuan pemanggilan kesepuluh orang itu.

Menurut Amrullah, di antara kesepuluh orang itu ada pemilik lahan sawah yang sering dilalui Karoman saat mencari ikan.

“Saya hanya diperintah kepala desa untuk menghubungi delapan orang, sedangkan istri Karoman bukan saya yang menghubunginya, saya juga tidak tahu apa persis tujuan pemanggilan tersebut, cuma memang di antara yang dipanggil ada yang lahan sawahnya sering dilalui Karoman saat mencari ikan,” katanya

Baca juga: Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Polisi Periksa 10 Saksi

2. Hasil pemeriksaan sementara polisi

Jenazah Karoman (40) nelayan asal Ogan Ilir yang ditemukan termutilasi ketika berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kamis (7/6/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Jenazah Karoman (40) nelayan asal Ogan Ilir yang ditemukan termutilasi ketika berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kamis (7/6/2019).

Kasatreksrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin membenarkan, pihaknya sudah memangil 10 orang untuk dimintai keterangan.

Namun Malik enggan mengatakan secara detil materi pemeriksaan dengan alasan untuk kepentingan mengungkap kasus tersebut.

“Untuk saksi-saksi kita terus melakukan pemeriksaan secara marathon, total dengan hari ini sudah kita periksa 10 saksi. Tentu ada teknik dan taktik penyelidikan oleh polisi yang tidak bisa kami sampaikan demi kepentingan mengungkap kasus tersebut,” katanya.

Baca juga: Polisi Cari Potongan Tubuh Korban Mutilasi Ogan Ilir di 3 Lokasi Berbeda

3. Anjing pelacak cium jejak darah di sepatu bot

Foto memperlihat sejumlah senjata tajam yang ditemukan di rumah yang disinggahi anjing pelacak cukup lama dalam olah TKP lanjutan hari ini KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Foto memperlihat sejumlah senjata tajam yang ditemukan di rumah yang disinggahi anjing pelacak cukup lama dalam olah TKP lanjutan hari ini

Saat olah TKP ulang pada hari Selasa (11/6/2019), polisi mengerahkan seekor anjing pelacak jenis Belgium Millenois milik Polda Sumsel.

Hasilnya, di titik pertama anjing itu menemukan batang atau bambu pendorong perahu. Setelah itu, anjing tersebut bergerak ke sebuah rumah yang jaraknya sekitar 300 meter dari titik awal tadi.

Di rumah tersebut, anjing pelacak masuk ke dalam gudang di bagian bawah rumah sebanyak 2 kali.

Personel polisi yang membawa anjing pelacak segera memeriksa gudang yang dua kali dimasuki anjing dan menemukan sebuah sepatu bot berwarna kuning yang diduga terdapat bercak darah di bagian atasnya.

“Yang jelas semua berdasarkan petunjuk dari anjing pelacak, namun kami belum bisa menyimpulkan, kami akan lakukan uji forensik dahulu,” kata Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin.

Baca juga: Anjing Pelacak Temukan Bercak Darah Saat Olah TKP Ulang Kasus Mutilasi di Ogan Ilir

4. Alasan polisi gelar olah TKP ulang

Jenazah Karoman (40) warga Dusun 2 RT 03 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, saat berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum, Kamis (6/6/2019). 
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Jenazah Karoman (40) warga Dusun 2 RT 03 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, saat berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum, Kamis (6/6/2019).

Malik menjelaskan, olah TKP ulang dilakukan karena berdasar temuan awal adanya jejak bercak darah di jalan setapak.

“Sebelumnya kami sudah melakukan olah TKP di empat lokasi dan berdasarkan keterangan saksi dan jeritan korban semuanya berlokasi di air, setelah tim kami kembali melakukan olah TKP berulang-ulang ternyata tim kami menemukan jejak baru berupa ceceran yang kami duga bercak darah di jalan setapak, lalu kami menerjunkan lagi anjing pelacak untuk menelusuri dari mana jejak ceceran darah itu berasal, kami awali dari salah satu TKP, ternyata anjing pelacak itu mengarahkan ke TKP lain yang saling berhubungan,” ungkap dia.

Polisi berharap akan segera mengungkap pelaku pembunuhan Karoman dan mengungkap motif pelaku.

Baca juga: Percepat Ungkap Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Polisi Gelar Olah TKP Ulang

5. Bagian tubuh korban yang hilang masih dicari

Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad memberikan keterangan terkait perkembangan kasus mutilasi kepada pers Senin (10/6/2019)KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad memberikan keterangan terkait perkembangan kasus mutilasi kepada pers Senin (10/6/2019)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi pun memastikan jika dalam waktu dekat mereka telah berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan Karoman.

"Hari ini ada empat saksi lagi yang diperiksa. Termasuk yang mengaku mendengar jeritan korban. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelakunya sudah diketahui," katanya.

Namun, Supriadi masih enggan membeberkan siapa identitas terduga pelaku tersebut.

"Belum, kan masih diperiksa," ujarnya.

Selain itu, petugas juga melakukan peluasan untuk mencari bagian tubuh Karoman yang sampai saat ini belum ditemukan.

"Masyarakat juga membantu kita untuk mencari potongan tubuh korban, memang sampai sekarang belum ditemukan. Kita akan upaya mencari terus, sekarang sudah diperluas," katanya.

Baca juga: Polisi Imbau Pelaku Mutilasi Menyerahkan Diri atau Diberi Tindakan Tegas

Sumber: KOMPAS.com (Aji YK Putra)

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X