5 Fakta Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Jejak Darah di Jalan Setapak hingga Organ Kepala dan Tangan Masih Dicari

Kompas.com - 12/06/2019, 16:15 WIB
Jenazah Karoman (40) nelayan asal Ogan Ilir yang ditemukan termutilasi ketika berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kamis (7/6/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAJenazah Karoman (40) nelayan asal Ogan Ilir yang ditemukan termutilasi ketika berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kamis (7/6/2019).

Baca juga: Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Polisi Periksa 10 Saksi

2. Hasil pemeriksaan sementara polisi

Kasatreksrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin membenarkan, pihaknya sudah memangil 10 orang untuk dimintai keterangan.

Namun Malik enggan mengatakan secara detil materi pemeriksaan dengan alasan untuk kepentingan mengungkap kasus tersebut.

“Untuk saksi-saksi kita terus melakukan pemeriksaan secara marathon, total dengan hari ini sudah kita periksa 10 saksi. Tentu ada teknik dan taktik penyelidikan oleh polisi yang tidak bisa kami sampaikan demi kepentingan mengungkap kasus tersebut,” katanya.

Baca juga: Polisi Cari Potongan Tubuh Korban Mutilasi Ogan Ilir di 3 Lokasi Berbeda

3. Anjing pelacak cium jejak darah di sepatu bot

Foto memperlihat sejumlah senjata tajam yang ditemukan di rumah yang disinggahi anjing pelacak cukup lama dalam olah TKP lanjutan hari ini KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Foto memperlihat sejumlah senjata tajam yang ditemukan di rumah yang disinggahi anjing pelacak cukup lama dalam olah TKP lanjutan hari ini

Saat olah TKP ulang pada hari Selasa (11/6/2019), polisi mengerahkan seekor anjing pelacak jenis Belgium Millenois milik Polda Sumsel.

Hasilnya, di titik pertama anjing itu menemukan batang atau bambu pendorong perahu. Setelah itu, anjing tersebut bergerak ke sebuah rumah yang jaraknya sekitar 300 meter dari titik awal tadi.

Di rumah tersebut, anjing pelacak masuk ke dalam gudang di bagian bawah rumah sebanyak 2 kali.

Personel polisi yang membawa anjing pelacak segera memeriksa gudang yang dua kali dimasuki anjing dan menemukan sebuah sepatu bot berwarna kuning yang diduga terdapat bercak darah di bagian atasnya.

“Yang jelas semua berdasarkan petunjuk dari anjing pelacak, namun kami belum bisa menyimpulkan, kami akan lakukan uji forensik dahulu,” kata Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin.

Baca juga: Anjing Pelacak Temukan Bercak Darah Saat Olah TKP Ulang Kasus Mutilasi di Ogan Ilir

4. Alasan polisi gelar olah TKP ulang

Jenazah Karoman (40) warga Dusun 2 RT 03 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, saat berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum, Kamis (6/6/2019). 
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Jenazah Karoman (40) warga Dusun 2 RT 03 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, saat berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum, Kamis (6/6/2019).

Malik menjelaskan, olah TKP ulang dilakukan karena berdasar temuan awal adanya jejak bercak darah di jalan setapak.

“Sebelumnya kami sudah melakukan olah TKP di empat lokasi dan berdasarkan keterangan saksi dan jeritan korban semuanya berlokasi di air, setelah tim kami kembali melakukan olah TKP berulang-ulang ternyata tim kami menemukan jejak baru berupa ceceran yang kami duga bercak darah di jalan setapak, lalu kami menerjunkan lagi anjing pelacak untuk menelusuri dari mana jejak ceceran darah itu berasal, kami awali dari salah satu TKP, ternyata anjing pelacak itu mengarahkan ke TKP lain yang saling berhubungan,” ungkap dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X