Kasus Korupsi Dana Bimtek, Mantan Ketua DPRD Enrekang Divonis 14 Bulan

Kompas.com - 12/06/2019, 15:47 WIB
Tujuh terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bimtek Enrekang saat putusan majelis hakim PN Makassar, Selasa (11/6/2019). Kompas.com/HIMAWAN Tujuh terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bimtek Enrekang saat putusan majelis hakim PN Makassar, Selasa (11/6/2019).


MAKASSAR, KOMPAS.com - Mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang, divonis hukuman penjara 14 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bimbingan teknis ( Bimtek) Enrekang tahun 2015/2016 silam.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut Banteng dihukum 20 bulan penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim Agus Rusianto, Banteng dinyatakan bersalah dan terbukti bersalah dalam menggunakan anggaran bimtek yang nilainya Rp 3 miliar lebih.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Bimtek, 3 Mantan Pimpinan dan Sekretaris DPRD Enrekang Ditahan

Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini dikenakan pasal Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP, sesuai dakwaan subsidair.

"Menyatakan terdakwa Banteng Kadang tersebut secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Dakwaan Penuntut Umum. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Agus Rusianto, saat membacakan putusan, di PN Tipikor Makassar, Selasa (12/6/2019).

Agus memiliki pertimbangan sehingga Banteng hanya dihukum 14 bulan penjara. Dalam perimbangan yang meringankan, Banteng disebut telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 3.051.110.700 melalui 48 kali penyetoran ke kas daerah Kabupaten Enrekang sehingga kerugian negara telah dipulihkan.

Hukuman serupa juga diberikan kepada dua mantan wakil ketua DPRD Enrekang Arfan Renggong dan Mustiar Rahim, yang juga divonis 14 bulan penjara. Keduanya turut terlibat bersama Banteng Kadang dalam mengelola dana bimtek tersebut.

"Hal-hal yang meringankan karena kerugian negara telah dikembalikan ke kas daerah," imbuh dia.

Menanggapi putusan ringan ini, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Nasaruddin Agussalim mengatakan, masih akan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

"Kami masih punya waktu satu minggu untuk mengajukan banding. Tuntutan kami dulu itu 20 bulan penjara," ujar Nasaruddin.

Kasus dugaan korupsi dana bimtek di Kabupaten Enrekang ini mulai terkuat saat penyidik tipikor Polda Sulsel menyelidiki kasus ini.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Terlanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Terlanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri di Kalteng Bunuh Suami Saat Rebahan

Sadis, Seorang Istri di Kalteng Bunuh Suami Saat Rebahan

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
Visa Umrah Disetop Arab Saudi, Ribuan Calon Jemaah Jateng Terancam Batal Berangkat

Visa Umrah Disetop Arab Saudi, Ribuan Calon Jemaah Jateng Terancam Batal Berangkat

Regional
Kaburnya Tahanan Wanita di Bandung, Berbaur dengan Warga, Kini Diburu

Kaburnya Tahanan Wanita di Bandung, Berbaur dengan Warga, Kini Diburu

Regional
Kronologi Perahu Rombongan Pengantar Jenazah Terbalik hingga Tewaskan 5 Orang

Kronologi Perahu Rombongan Pengantar Jenazah Terbalik hingga Tewaskan 5 Orang

Regional
Bentrok Antar-kelompok Pemuda di Baubau, Seorang Polisi dan Wartawan Terluka

Bentrok Antar-kelompok Pemuda di Baubau, Seorang Polisi dan Wartawan Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X