4 Fakta Dugaan IRT Hina Jokowi di Facebook, Mengaku Diretas hingga Ditangkap di Kos

Kompas.com - 12/06/2019, 15:25 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

KOMPAS.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Nusa Tenggara Timur ( NTT) terpaksa berurusan dengan hukum setelah diduga menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Sepeti diketahui, unggahan dari pemilik akun Facebook Eliana Ata Goran, menjadi viral di media sosial setelah menulis kata-kata tidak pantas kepada Presiden Jokowi.

Sementara itu, Eliana mengaku akun Facebooknya telah diretas dan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Demi kepentingan penyelidikan, Eliana pun harus menjalani pemeriksaan secara intensif di POlres Lembata, NTT.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Seorang ibu diduga sebar " hate speech" tentang Jokowi 

Berdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform sosial media.ftadviser.com Berdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform sosial media.

Setelah mendapat informasi dan melakukan penyelidikan, polisi dari Polres Lembata berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) di wilayah itu.  Polisi segera membawa terduga pelaku ke Polres Lembata untuk dimintai keteranga.

Dalam unggahannya tersebut, pelaku diduga menghina Presiden Joko Widodo dan menjadi viral di media sosial.

"Yang bersangkutan sudah diamankan di Polres Lembata," ungkap Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast, kepada Kompas.com, Senin (10/6/2019).

Baca juga: Wanita yang Diduga Hina Jokowi Mengaku Akun Facebooknya Diretas

2 Viral di media sosial

Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/NICO ELNINO Ilustrasi media sosial

Menurut Jules Abraham, kasus ini sedang ditangani aparat penyidik Polres Lembata.

"Kami lagi cek apa motif yang bersangkutan. Sementara masih didalami oleh penyidik. Kami masih tunggu perkembangan hasil penyelidikan," ujar Jules.

Seperti diketahui, akun Facebook Eliana Ata Goran mengunggah perkataan yang diduga penghinaan terhadap Jokowi.

Dalam tulisannya yang sempat viral di grup Facebook Berita Flotim Terkini, akun Eliana Ata Goran menulis kata-kata tak pantas.

Baca juga: Diduga Hina Jokowi di Facebook, IRT di NTT Ditangkap Polisi

3. Eliana membantah dan jelaskan akunnya telah diretas

Ilustrasi InternetThinkstock Ilustrasi Internet

Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanis Wila Ira, menjelaskan, Eliana mengaku tidak mengetahui siapa yang memposting ujaran kebencian di grup Facebook "Berita Flotim Terkini".

Eliana mengaku akun Facebook miliknya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Aparat masih selidiki itu, apakah postingan itu oleh dia atau hacker. Masih butuh pemeriksaan ahli ITE, apakah postingan di grup Facebook itu berasal dari handphone miliknya atau perangkat hacker," ujar Yohanis, Selasa (11/6/2019).

Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Terkait "Running Text" Hina Jokowi di Totem SPBU

4. Polisi tangkap pelaku di indekos

ILUSTRASISHUTTERSTOCK ILUSTRASI

Untuk mendalami kasus tersebut, polisi hingga saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkaitan postingan ujaran kebencian di grup Facebook Berita Florim Terkini tersebut.

Sebelumnya, Eliana berhasil diamankan di indekos Selandro Lewoleba, Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Senin siang sekitar pukul 11.00 Wita.

Seperti diketahui, penyidik Polres Lembata, Nusa Tenggara Timur ( NTT), menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) di wilayah itu.

Polisi mengamankan pemilik akun Facebook Eliana Ata Goran, karena diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui unggahannya.

Baca juga: Peretas Totem SPBU Hina Jokowi di Medan Masih Diburu, Papan Display Jadi Tempat Swafoto

Sumber: KOMPAS.com (Sigiranus Marutho Bere)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Regional
Walkot Solo Sebut Kasus Covid-19 Masih Tinggi karena Imbas Libur Natal dan Tahun Baru

Walkot Solo Sebut Kasus Covid-19 Masih Tinggi karena Imbas Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Dikabarkan Meninggal Setelah Terima Vaksin, Mayor Sugeng Memilih Lapor Polisi: Saya Sehat

Dikabarkan Meninggal Setelah Terima Vaksin, Mayor Sugeng Memilih Lapor Polisi: Saya Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X