Inafis Bantu Identifikasi Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo

Kompas.com - 12/06/2019, 14:45 WIB
Tim Inafis Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019). Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGRO Tim Inafis Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019). Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.


SUKOHARJO, KOMPAS.com - Polres Sukoharjo menerjunkan dua anggota Inafis untuk membantu proses identifikasi saat penggelehan di rumah milik terduga teroris Ali Amirul Alam alias Umar di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Terduga teroris Ali Amirul Alam ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Lampung pada Minggu (9/5/2019).

Pasca-penangkapan tersebut, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah milik terduga teroris Ali Amirul Alam di Cemani, Minggu sore. Pada saat penggeledahan turut dibantu tim Inafis dari Polres Sukoharjo.

"Polres Sukoharjo diminta bantuan untuk pelaksanaan tugas Inafis. Kami tidak diminta backup pasukan, karena mengingat situasinya. Supaya tidak menimbulkan reaksi berlebihan dari masyarakat kami diminta dua personel dari Reskrim yang membidangi Inafis untuk melakukan identifikasi," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Rabu (12/6/2019).


Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

Karena hasil penggeledahan tersebut dirasa belum maksimal, lanjut dia, Densus akan kembali melakukan penggeledahan ulang ke lokasi. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui kapan penggeledahan ulang tersebut akan dilakukan.

"Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan kegiatan penggeledahan lanjutan. Kami menunggu pemberitahuan dari Densus apakah membutuhkan tenaga Inafis dari kami atau backup pasukan dari kami," ungkap dia.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, pada saat penggeledahan, dirinya tidak ikut menyaksikan.

Dirinya mendapat informasi dari Ketua RT setempat yang ikut menyaksikan ada beberapa barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan.

Adapun barang bukti itu antara lain buku tentang jihad, empat telepon genggam rusak, kartus sim, dua botol alumunium berisi etanol, saringan besar, dan lainnya.

Bagas menambahkan, terduga teroris Ali Amirul Alam sudah sekitar dua tahun tinggal di Cemani dengan mengontrak rumah.

Baca juga: 5 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Berbaiat dengan ISIS Lewat Medsos hingga Nyicil Beli Komponen Bom

 

Ali Amirul Alam merupakan pendatang dan dikenal masyarakat sebagai pribadi yang tertutup.

"Di sini ngontrak. Sudah dua tahun tinggal di sini dan orangnya tertutup jarang bergaul dengan masyarakat," kata dia.

Ali Amirul Alam ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Lampung diduga ada kaitannya dengan bom bunuh diri di Pos Pantau Simpang Tiga Tugu Kartasura sehari sebelum Lebaran.

"Saya dengar ditangkap di Lampung terkait dengan kasus di Kartasura," imbuh dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X