Jika Dapat Pinjaman Rp 1,4 T, Ini yang Akan Dilakukan Ridwan Kamil Terhadap Citarum

Kompas.com - 12/06/2019, 14:41 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin apel pagi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (10/6/2019). Dokumentasi Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin apel pagi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (10/6/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - World Bank menyiapkan dana pinjaman Rp 1,4 triliun kepada pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah persampahan di Sungai Citarum di Jawa Barat (Jabar).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rencananya akan melakukan presentasi kepada pihak World Bank untuk mendapatkan pinjaman itu Senin depan.

Emil memastikan status anggaran itu bersifat pinjaman yang akan dibayar oleh pemerintah pusat.

"Status anggarannya loan G to G nanti dibayar pemerintah pusat. Sebaran anggarannya macam-macam ada di Perkim, KLHK, Bappenas. Persentasi Senin, kalau lolos dananya turun," ujar Emil, sapaan akrabnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jabar, Rabu (12/6/2019).

Baca juga: Bantuan Dana Rp 1,4 Triliun Khusus untuk Atasi Sampah Citarum

Emil belum menjabarkan secara spesifik untuk program apa saja dana tersebut digunakan. Namun, ia menyebut anggaran itu akan fokus untuk mengedukasi dan membangun peradaban masyarakat dalam tata kelola sampah domestik.

"Intinya kita ingin masalah sampah Citarum itu bukan beli alat-alat canggih, tapi anggaran itu masuk mengedukasi masyarakat supaya sampahnya habis di rumah dengan teknologi receh tapi banyak. Jadi bukan selalu berujung dengan sarana prasarana canggih," ucap Emil.

Ia menjelaskan, masalah sampah Citarum tak melulu harus diselesaikan dengan alat canggih. Teknologi, kata Emil, tak bisa jadi andalan dalam mengubah pola masyarakat dalam menyikapi masalah persampahan.

"Sehingga anggaran itu harapannya dua satu sampahnya selesai, dua edukasi dan peradaban masyarakat tentang persampahan meningkat. Cuma kalau kita larinya ke teknologi saja, masyarakat polanya sama kami gak mau begitu," tuturnya.

Baca juga: PBB Kerja Sama dengan Pemprov Jabar Menata Kota dan Sungai Citarum

Ia lantas mencotohkan gaya hidup warga Jepang dan Amerika. Meski sama-sama negara maju, kedua negara itu punya perbedaan gaya hidup dalam masalah sampah.

"Orang Jepang dan orang Amerika sama-sama hidup 24 jam tapi produksi sampah orang Amerika dua kali lipat dari orang Jepang. Berarti ada gaya hidup. Nah, kami ingin mengubah gaya hidup yang selama ini dianggap oke sebenarnya gak oke. Di anggaran itu kami ingin ada teknologi-teknologi kecil, edukasi di rumah-rumah," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Cianjur Berlakukan PSBB Proporsional

Kabupaten Cianjur Berlakukan PSBB Proporsional

Regional
Cerita Ramisah, Digugat Anak Kandung yang Puluhan Tahun Merantau ke Malaysia

Cerita Ramisah, Digugat Anak Kandung yang Puluhan Tahun Merantau ke Malaysia

Regional
Jadi Tersangka, Pria dan Oknum ASN di Jatim yang Mesum Dalam Mobil Tidak Ditahan, tetapi...

Jadi Tersangka, Pria dan Oknum ASN di Jatim yang Mesum Dalam Mobil Tidak Ditahan, tetapi...

Regional
Tabrak Monyet Menyeberang Jalan, 2 Perempuan Dibawa ke Rumah Sakit

Tabrak Monyet Menyeberang Jalan, 2 Perempuan Dibawa ke Rumah Sakit

Regional
Tes Psikologi untuk Syarat Mengurus SIM Bisa via Aplikasi, Begini Caranya

Tes Psikologi untuk Syarat Mengurus SIM Bisa via Aplikasi, Begini Caranya

Regional
Penyu Hijau Seberat 50 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Congot Kulon Progo

Penyu Hijau Seberat 50 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Congot Kulon Progo

Regional
Pemkot Banjarmasin Terapkan PPKM Transisi Selama 7 Hari

Pemkot Banjarmasin Terapkan PPKM Transisi Selama 7 Hari

Regional
3 Pembakar Kantor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar Ditetapkan sebagai Tersangka

3 Pembakar Kantor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi Muslim di Padang Wajib Berjilbab | Sopir Perusahaan Jadi Dalang Kasus Perampokan

[POPULER NUSANTARA] Siswi Muslim di Padang Wajib Berjilbab | Sopir Perusahaan Jadi Dalang Kasus Perampokan

Regional
Kadiskominfo Payakumbuh Positif Covid-19

Kadiskominfo Payakumbuh Positif Covid-19

Regional
Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Sederet Fakta Musibah Gas Geothermal Mandailing Natal, 5 Warga Tewas, Kronologi hingga Penjelasan Pengelola

Sederet Fakta Musibah Gas Geothermal Mandailing Natal, 5 Warga Tewas, Kronologi hingga Penjelasan Pengelola

Regional
Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Regional
Manajemen Artis TikTok Pembuat Kerumunan di Madiun Mengaku Lalai: Kami Akan Lebih Hati-hati

Manajemen Artis TikTok Pembuat Kerumunan di Madiun Mengaku Lalai: Kami Akan Lebih Hati-hati

Regional
Gara-gara Ada 2 Kepala Dinas, Kantor Kadis PU Bina Marga Jember Disegel DPRD

Gara-gara Ada 2 Kepala Dinas, Kantor Kadis PU Bina Marga Jember Disegel DPRD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X