5 Fakta Bencana Hujan Abu Gunung Sinabung, Ganggu Ujian Siswa SD hingga Warga Kekurangan Air Bersih

Kompas.com - 12/06/2019, 12:55 WIB
Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, Minggu (9/6/2019). Gunung Sinabung berstatus Siaga (Level lll) kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter. ANTARA FOTO/SASTRAWAN GINTINGGunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, Minggu (9/6/2019). Gunung Sinabung berstatus Siaga (Level lll) kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 7.000 meter.

KOMPAS.com - Abu vulkanik saat Gunung Sinabung erupsi membuat siswa di SDN 040480 di Desa Naman Teran, menggunakan masker saat ujian.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Sekolah, Ganti Sitepu. Menurutnya, abu vulkanik melanda sekolah tersebut sejak Minggu sore.

Sementara itu, Warga Desa Naman Teran, Kecamatan Naman, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memilih untuk berdiam diri di rumah karena dampak dari erupsi Gunung Sinabung.

Sebagian material abu vulkanik menutupi tempat tinggal warga sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Kena hujan abu, siswa tetap kerjakan ujian

Suasana proses belajar mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Selasa (11/6/2019).Kompas.com / Hendri setiawan Suasana proses belajar mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Selasa (11/6/2019).

Kepala sekolah Ganti Sitepu mengatakan, abu vulkanik membuat para siswa yang sedang melaksanakan ujian terganggu.

"Memang abu ini mengganggu sikit, tapi enggak pala kali, karena abunya hanya di lapangan. Apalagi anginnya enggak kencang jadi tidak sampai masuk ke kelas abunya," ujar Ganti, di lokasi, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu, para siswa tersebut diimbau untuk terus menggunakan masker selama debu vulkanik masih ada.

Menurut Rina Setiawan, salah satu siswa, hujan abu memang mengganggu, namun, dirinya tetap berusaha menyelesaikan soal-soal ujian yang diberikan.

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Sinabung, Tanaman di 4 Kecamatan Terancam Gagal Panen

2. Warga bertahan di dalam rumah

inilah suasana warga yang hanya bisa berdiam diri di rumah, akibat abu vulkanik menutupi sebahagian besar wilayah merekaKompas.com / Hendri setiawan inilah suasana warga yang hanya bisa berdiam diri di rumah, akibat abu vulkanik menutupi sebahagian besar wilayah mereka

Selain para siswa di SDN 040480, warga Desa Naman Teran, Kecamatan Naman, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, juga memilih untuk berdiam diri di rumah.

Material abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung menutupi tempat tinggal warga sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas.

"Tanaman kami tertutup abu, di luar pun lihat ini abunya tebal sekali, napas pun susah, kami di rumah saja," kata Nurhayati Beru Perangin-Angin, saat ditemui di depan rumahnya di Desa Naman, senin (10/6/2019).

Sebagian besar warga desa itu berprofesi sebagai petani. Ladang mereka kini tertutup abu vulkanik.

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Sinabung, Siswa SD Belajar Gunakan Masker

3. Warga tak bisa pergi berladang

Petani saat membersihkan tanaman kentang yang terpapar abu vulkanik Gunung api Sinabung dengan menggunakan alat seadanya.Kompas.com/Hendri setiawan Petani saat membersihkan tanaman kentang yang terpapar abu vulkanik Gunung api Sinabung dengan menggunakan alat seadanya.

Warga Desa Naman sebagian besar berprofesi sebagai petani. Ladang mereka kini tertutup abu vulkanik.

"Kalau sudah abu begini, enggak bisa ngapa-ngapain, karena kan kami semua berladang, kalau sudah abu begini enggak bisa lah kami berladang," ujar dia.

Sementara itu, warga lainnya, Roberto Sitepu, menyampaikan, abu vulkanik Sinabung yang mengguyur desa ini mengganggu, terutama pada pernapasan dan pengelihatan warga.

"Kasian anak-anak ini enggak pakai masker," ujar Roberto, di depan rumahnya.

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Sinabung, Warga Memilih Berdiam di Rumah

4. Warga kekurangan air bersih

Ilustrasi air bersihTHINKSTOCKS/KENZAZA Ilustrasi air bersih

Masyarakat Desa Naman saat ini membutuhkan air bersih dan masker. Desa ini menjadi salah satu desa terparah terpapar abu vulkanik Sinabung.

"Kami saat ini butuh air bersih, masker, dan kalau bisa pemadam menyiram bukan hanya jalan, sengnya juga, biar bersih semua," ujar Roberto, salah satu warga.

Seperti diketahui, Gunung Api Sinabung, yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi, Minggu (9/6/2019) dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 7.000 meter dengan awan panas guguran ke sektor tenggara 3.500 meter, 3.000 meter sektor selatan dari puncak Gunung Sinabung.

Baca juga: Pasca-erupsi, Aktivitas Gunung Sinabung Mulai Berangsur Turun

5. Aktivitas Gunung Sinabung cenderung menurun

Pihak PVMBG, BPBD dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan meninjau langsung kondisi desa di sekitar Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang penduduknya akan dipulangkan.KOMPAS.com/HENDRI SETIAWAN Pihak PVMBG, BPBD dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan meninjau langsung kondisi desa di sekitar Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang penduduknya akan dipulangkan.

Pasca erupsi di sertai dengan awan panas guguran pada Minggu (9/6/2019) kemarin, kondisi Gunung api Sinabung sudah mulai menunjukkan penurunan aktivitas erupsi.

Saat ini Gunung api Sinabung hanya didominasi oleh kegempaan dan hembusan, Minggu kemarin, Sinabung kembali erupsi sekitar pukul 16.28 WIB dengan ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 7000 meter dan awan panas guguran mengarah ke dua sisi yakni, sisi selatan tenggara, dan timur selatan sejauh 3000 meter.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Gunung Api Sinabung, melalui tim tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung, Estu Kriswati mengatakan, aktivitas Sinabung mulai turun sejak pukul 24.00 WIB malam tadi. Lanjutnya, saat ini aktivitas Sinabung hanya bersifat hembusan.

"Kondisi sinabung kini mengalami penurunan sejak erupsi kemarin, saat ini sudah mulai reda, dari visual juga terlihat hanya hembusan setinggi 100 sampai 500 meter," ujar Estu Kriswati, di pos PVMBG Gunung api Sinabung, Senin (10/6/2019).

Baca juga: Fakta Erupsi Gunung Sinabung, Tinggi Kolom Abu 7.000 Meter hingga Hujan Abu Sampai ke Aceh

Sumber: KOMPAS.com (Hendri Setiawan)

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X