Anjing Pelacak Temukan Bercak Darah Saat Olah TKP Ulang Kasus Mutilasi di Ogan Ilir

Kompas.com - 11/06/2019, 22:00 WIB
Anjing pelacak dari Polda Sumsel yang diterjukan ke lokasi sempat dua kali masuk ke dalam gudang yang ada dibawah rumah bebentuk panggung yang sebelumnya cukup lama diendus anjing pelacak tersebutKOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Anjing pelacak dari Polda Sumsel yang diterjukan ke lokasi sempat dua kali masuk ke dalam gudang yang ada dibawah rumah bebentuk panggung yang sebelumnya cukup lama diendus anjing pelacak tersebut


INDRALAYA, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Ogan Ilir Sumatera Selatan bersama Polsek Tanjung Raja, kembali menggelar olah TKP ulang untuk mengungkap kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Karoman (40), warga Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Selasa (11/6/2019).

Olah TKP ulang kali ini menggunakan satu anjing pelacak dari Polda Sumsel. Dari hasil olah TKP ulang itu polisi menemukan bercak darah di jalan setapak yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Olah TKP dimulai Selasa pukul 13.00 WIB. Anjing pelacak jenis Belgium Millenois yang diterjunkan mulai mengendus dari titik pertama ditemukannya satang atau bambu pendorong perahu hingga bergerak ke sebuah rumah yang jaraknya sekitar 300 meter dari titik awal tadi.

Baca juga: Polisi: Dalam Waktu Dekat Pelaku Mutilasi di Ogan Ilir Sudah Diketahui

Di rumah tersebut, anjing pelacak langsung berhenti dan mulai mengendus ke sejumlah bagian dari rumah itu. Anjing pelacak bahkan masuk ke dalam gudang di bagian bawah rumah sebanyak 2 kali.

Personel polisi yang membawa anjing pelacak segera memeriksa gudang yang dua kali dimasuki anjing dan menemukan sebuah sepatu bot berwarna kuning yang diduga terdapat bercak darah di bagian atasnya.

Mengetahui ada temuan sepatu yang diduga terdapat bercak darah, polisi langsung mengamankan salah satu penghuni rumah itu untuk dimintai keterangan terkait temuan itu.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin yang memimpin olah TKP itu mengatakan, dari hasil olahTKP hari ini polisi mendapat sejumlah temuan baru seperti bercak darah di sebuah jalan setapak dan sepasang sepatu bot yang salah satunya terdapat bercak darah.

“Sebelumnya kami sudah melakukan olah TKP di empat lokasi dan berdasarkan keterangan saksi dan jeritan korban semuanya berlokasi di air, setelah tim kami kembali melakukan olah TKP berulang-ulang ternyata tim kami menemukan jejak baru berupa ceceran yang kami duga bercak darah di jalan setapak, lalu kami menerjunkan lagi anjing pelacak untuk menelusuri dari mana jejak ceceran darah itu berasal, kami awali dari salah satu TKP, ternyata anjing pelacak itu mengarahkan ke TKP lain yang saling berhubungan,” ungkap dia. 

“Yang jelas semua berdasarkan petunjuk dari anjing pelacak, namun kami belum bisa menyimpulkan, kami akan lakukan uji forensik dahulu,” tambah dia.

Malik mengingatkan, meski ada temuan sejumlah benda-benda yang mencurigakan dan seluruh penghuni rumah akan diminta keterangan, namun belum bisa disimpulkan siapa tersangka atau pun pemilik rumah terlibat.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Polisi Periksa 10 Saksi

"Yang jelas setiap rumah mau pun rute yang dilewati anjing pelacak kami mintai keterangan saksi,” kata dia.

Malik menambahkan, seluruh penghuni rumah yang hari ini didatangi anjing pelacak sebelumnya belum pernah dimintai keterangan.

“Penghuni rumah yang jumlahnya 4 orang belum pernah diinterogasi, hari ini 3 dari 4 orang penghuni rumah itu akan dilakukan pemeriksaan pendalaman yang dituangkan dalam BAP,” kata dia lagi.

Polisi meminta dukungan doa warga Ogan Ilir agar kasus mutilasi yang menghebohkan warga itu dapat segera terungkap. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Regional
PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

Regional
Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Regional
Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Regional
Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Regional
Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Regional
Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Regional
Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Regional
2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Regional
Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Regional
Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Regional
Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Regional
Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Regional

Close Ads X