Ojek "Online" di Makassar Galang Dana untuk Korban Banjir di Sulsel dan Sultra

Kompas.com - 11/06/2019, 21:14 WIB
Ratusan pengendara ojek online ?Ojol? di Kota Makassar simpatik dan ramai-ramai meluangkan waktu untuk melakukan penggalangan dana bantuan untuk para korban banjir. KOMPAS.com/HENDRA CIPTORatusan pengendara ojek online ?Ojol? di Kota Makassar simpatik dan ramai-ramai meluangkan waktu untuk melakukan penggalangan dana bantuan untuk para korban banjir.


MAKASSAR, KOMPAS.com – Beberapa hari terakhir, intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi, membuat sebagian daerah di Sulawesi Selatan ( Sulsel) dan Sulawesi Tenggara ( Sultra) dilanda banjir.

Ratusan pengendara ojek online ‘ojol’ di Kota Makassar simpatik dan ramai-ramai meluangkan waktu untuk melakukan penggalangan dana bantuan untuk para korban banjir.

Ratusan ojol ini terbagi di beberapa titik perempatan lampu merah melakukan penggalangan dana dari pengemudi mobil dan motor.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam 4 Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan

Mereka meluangkan waktunya melakukan penggalangan dana mulai sore hingga malam hari, setelah bekerja sejak pagi.

“Kami mulai melakukan penggalangan dana mulai sore sekitar pukul 16.00 hingga tengah malam, setelah mendapat rezeki sejak pagi hingga sore. Kami sudah melakukan penggalangan dana sejak dua hari lalu dan alhamdulillah, lumayan dana yang terkumpul dari pengguna jalan mencapai jutaan,” kata Koordinator Generasi Baru Elang Community (GBEC), Ahmad, di sela-sela menggalangan dana di perempatan Jalan Veteran Utara-Jalan Sungai Saddang, Makassar, Selasa (11/6/2019) malam.

Menurut Ahmad, jika selama empat hari rencana penggalangan dana yang dilakukan kelompoknya ini dapat mencapai puluhan juta, maka pihaknya akan mengantarkan dan menyerahkan langsung dana bantuan tersebut kepada korban bencana banjir.

Baca juga: 5 Fakta Banjir Bandang di Konawe Utara, Evakuasi Ribuan Warga Terisolir hingga Tanggap Darurat 14 Hari

“Jika dalam empat hari ini, penggalangan dana bisa mencapai puluhan juta akan kami antar langsung. Jika di bawah Rp 10 juta, maka kami akan serahkan ke posko bantuan kemanusiaan lembaga amil zakat, infak, sedekah (Lazis) Wahdah Islamiyah. Nanti Lazis Wahdah yang menyerahkan semuanya kepada korban-korban bencana banjir di Sulsel dan Sultra,” tutur dia.

Ahmad menambahkan, beberapa kelompok ojol di Kota Makassar juga melakukan penggalangan korban bencana banjir di perempatan lampu merah yang ramai dilalui pengemudi mobil dan pengendara motor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X