5 Fakta Kendaraan Dilarang Melintas di Malioboro, Masih Uji Coba hingga Dikritik Pengusaha

Kompas.com - 11/06/2019, 15:05 WIB
Sore hari di Jalan Malioboro yang legendaris, Sabtu (12/3/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASore hari di Jalan Malioboro yang legendaris, Sabtu (12/3/2018).

KOMPAS.com - Uji coba Jalan Malioboro bebas kendaraan bermotor segera dilakukan. Rencananya, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) akan melakukan uji coba pada 18-19 Juni.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi di Kepatihan, Senin (10/6/2019), menuturkan, pada uji coba itu, Jalan Malioboro hanya akan dilalui sepeda, becak, andong dan Trans Jogja.

Rencana tersebut mendapat kritik dari para pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY). Mereka menganggap kebijakan itu hanya akan membuat para pengusaha merugi.

Baca fakta lengkapnya berikut init:

1. Penjelasan Pemprov DIY terakit pelaksanaan uji coba

Sore hari di Jalan Malioboro yang melegenda, Sabtu (12/3/2018).KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Sore hari di Jalan Malioboro yang melegenda, Sabtu (12/3/2018).

Gatot Saptadi di Kepatihan, Senin (10/6/2019) menuturkan, Jalan Malioboro adalah semi pedestrian. Pihak Pemprov DIY ingin menguji jalan tersebut steril dari kendaraan bermotor.

Kendaraan yang boleh melintas di Jalan Malioboro hanya becak, andong, sepeda dan Trans Jogja.

"Kami uji coba sekali dulu," tegasnya.

Dari uji coba tersebut, lanjut dia, baru akan dilakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi ini untuk melihat sisi ekonomi dan termasuk lalu lintasnya.

"Dari uji coba itu kami evaluasi, melihat ekonominya, lalu lintasnya, parkirnya. Ya kalau lancar, seminggu sekali bisa, tapi yang jelas kami uji coba dulu," ujarnya.

Baca juga: Segera Diuji Coba, Kendaraan Dilarang Melintas di Malioboro Yogyakarta

2. Tujuan kendaraan dilarang melintas di Malioboro

Kondisi Jalan Malioboro yang bebas pedagang kaki lima, Selasa (31/10/2017)KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S Kondisi Jalan Malioboro yang bebas pedagang kaki lima, Selasa (31/10/2017)

Menurut Gatot, tujuan dari konsep semi pedestrian ini untuk lebih menonjolkan Malioboro sebagai ikon Yogyakarta. Selain itu, agar wisatawan lebih nyaman saat berwisata di Malioboro.

"Destinasi berbagai aktivitas, ya belanja, kesenian juga ada di situ. Konsentrasi full di situ, kami jalan ke Malioboro dengan melihat berbagai aktivitas kan luar biasa," ungkapnya.

Baca juga: Pengusaha Keberatan Kendaraan Dilarang Melintas di Malioboro

3. Kritik dari para pengusaha di Malioboro

Turis mancanegara berjalan di kawasan wisata Malioboro yang kosong tanpa ada Pedagang Kali Lima (PKL), Becak dan Andong di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (26/9). Pemerintah setempat berencana akan meliburkan aktivitas pedagang kaki lima, seniman jalanan, andong, becak dan pedagang asongan di sepanjang Jalan Malioboro setiap 35 hari sekali tepatnya hari Selasa Wage guna melakukan pembersihan dan perawatan rutin kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko Turis mancanegara berjalan di kawasan wisata Malioboro yang kosong tanpa ada Pedagang Kali Lima (PKL), Becak dan Andong di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (26/9). Pemerintah setempat berencana akan meliburkan aktivitas pedagang kaki lima, seniman jalanan, andong, becak dan pedagang asongan di sepanjang Jalan Malioboro setiap 35 hari sekali tepatnya hari Selasa Wage guna melakukan pembersihan dan perawatan rutin kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan Yogyakarta.

Perkumpulan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) keberatan jika Jalan Malioboro, Yogyakarta, bebas kendaraan bermotor. Para pengusaha khawatir akan berdampak pada sepinya pembeli.

"Prediksi kami membuat toko-toko akan sepi," ujar Ketua Umum PPMAY Sadana Mulyono saat dihubungi, Senin (10/6/2019).

Sadana menyampaikan, jika nantinya rencana itu direalisasikan, maka pengunjung akan kebingungan.

Terutama pengunjung yang hendak memarkirkan kendaraan mereka dekat dengan toko tujuan berbelanja. Sebab, sampai saat ini pakiran kendaraan untuk pengunjung Malioboro belumlah memadai. Selain itu, lokasi parkir juga jauh dari pertokoan.

Baca juga: Antre Mengular, 5.000 Orang Hadiri "Open House" Sultan di Yogyakarta

4. Para pengusaha minta tambah kantong parkir

Jogja dilihat dari atas parkiran Abu Bakar MalioboroKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Jogja dilihat dari atas parkiran Abu Bakar Malioboro

Menurut Sadana, pemerintah seharusnya lebih dulu menambah fasilitas parkir jika berencana membuat Jalan Malioboro steril dari kendaraan bermotor. Sehingga pengunjung bisa memiliki berbagai alternatif untuk memakirkan kendaraanya.

"Infrastruktur parkiran itu dipenuhi dulu. Bayangkan kalau misalnya parkir di Abu Bakar Ali, kemudian mau belanja di Toko Ramai atau di Ramayana itu bagaimana? Mereka mesti jalan? Ya orang nggak mau," ucapnya.

Sadana juga menjelaskan, terkait bongkar muat barang-barang toko juga menjadi masalah tersendiri.

Jika kendaraan bermotor tidak diperbolehkan, maka akan mempersulit untuk bongkar muat.

Baca juga: Cerita Narti Tak Sekali Pun Lewatkan Open House Sultan, Antre Pagi-pagi hingga demi "Ayem Tentrem"

5. Baru ada tiga kantong parkir

Malioboro, kawasan yang selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah. KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S Malioboro, kawasan yang selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah.

Saat ini kantong parkir yang tersedia berada di Ngabean, belakang toko Ramai, Depan Senopati, dan Abu Bakar Ali.

"Kantong parkir salah satu yang nanti kita evaluasi. Yang sudah ada kita akan optimalkan dulu," ungkap Gatot.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta akan melakukan uji coba pedestrian di Malioboro. Uji coba ini akan dilaksanakan pada 18-19 Juni.

"Kami baru akan melakukan uji coba," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, tersebut di Kepatihan, Senin (10/6/2019).

Baca juga: 5 Hal yang Dilakukan Jokowi Saat Liburan Bersama Anak Cucu di Yogyakarta

Sumber: KOMPAS.com (Wijaya Kusuma)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Regional
Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Regional
Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Regional
Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Regional
Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Regional
Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Regional
Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Regional
Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Regional
Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Regional
Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram 'S' Lebih Parah dari Ekstasi

Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram "S" Lebih Parah dari Ekstasi

Regional
Proyek Geothermal Mandailing Natal Keluarkan Gas, Puluhan Warga Keracunan, 5 Tewas Termasuk Anak-anak

Proyek Geothermal Mandailing Natal Keluarkan Gas, Puluhan Warga Keracunan, 5 Tewas Termasuk Anak-anak

Regional
Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Manajer Restoran: Mereka Datang untuk Review Makanan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Manajer Restoran: Mereka Datang untuk Review Makanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X