5 Fakta Banjir Bandang di Konawe Utara, Evakuasi Ribuan Warga Terisolir hingga Tanggap Darurat 14 Hari

Kompas.com - 11/06/2019, 13:07 WIB
Personel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus. ANTARA FOTO/JOJONPersonel Basarnas Kendari mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang dengan perahu karet di Kecamatan Dangia, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Banjir bandang merendam 11 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur akibat luapan Sungai Konaweha disebabkan intensitas hujan tinggi dan data sementara BPBD Kolaka Timur sebanyak 35 unit rumah terendam, 130 hektare sawah terendam dan 6 desa lain di wilayah tersebut belum bisa diakses disebabkan jalan terputus.

KOMPAS.com - Status tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Konawe telah ditetapkan selama 14 hari oleh Bupati Konawe Utara, Ruksamin.

Sementara itu, berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), hingga hari Senin (10/6/2019) tercatat ada 38 desa, 3 kelurahan dan 6 kecamatan yang terendam banjir bandang.

Tak hanya itu, ada 185 rumah warga hanyut, 1.235 unit rumah terendam banjir dan 5.111 jiwa dari 1.420 kepala keluarga mengungsi. Lalu kerusakan juga terjadi di sektor pertanian, yaitu 970,3 hektare, lahan jagung 83,5 hektare dan lainnya 11 hektare.

Berikut ini fakta lengkap bencana banjir bandang di Konawe:

1. Data kerusakan banjir bandang di Konawe

Data BNPB dan BPBD Konawe Utara terkait dampak banjir (istimewa)Data BNPB dan BPBD Konawe Utara terkait dampak banjir di Konawe Utara Data BNPB dan BPBD Konawe Utara terkait dampak banjir (istimewa)

Kepala pusat data, informasi dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan adalah arus aliran air masih deras sehingga penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir.

Selain itu, minimnya peralatan untuk membantu evakuasi dan penyelamatan di lapangan.

Saat ini, kata Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara mendata kerusakan fasilitas umum berupa 3 jembatan putus, 5 masjid dan dua puskesmas serta 3 puskesmas pembantu. Sedangkan fasilitas pendidikan yang terendam banjir ada 5 unit SD dan 3 bangunan SMP dan 3 pasar juga mengalami kondisi yang sama.

"BPBD melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar-provinsi di Asera," kata Sutopo dalam rilis persnya.

Baca juga: Ingin Selamatkan Kakek, Nenek, dan Adik yang Kelaparan, Gadis Ini Nekat Terobos Banjir Samarinda

2. Bupati Konawe Utara tetapkan masa tanggap darurat 14 hari

Personel Basarnas Kendari mengevakuasi korban banjir bandang di wilayah terisolir yang terjebak di atap rumahnya di Desa Tanggawuna, Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Akibat banjir bandang Sungai Konaweha sebanyak 38 desa dan 6 kelurahan di Kabupaten Konawe terendam banjir dengan data sementara dari pihak BPBD Konawe sebanyak 1.097 unit rumah terendam sedangkan pengungsi sebanyak 4.291 jiwa, sedangkan jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan putus akibat jembatan penghubung ambruk sekitar pukul 18.00 Wita.ANTARA FOTO/JOJON Personel Basarnas Kendari mengevakuasi korban banjir bandang di wilayah terisolir yang terjebak di atap rumahnya di Desa Tanggawuna, Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Akibat banjir bandang Sungai Konaweha sebanyak 38 desa dan 6 kelurahan di Kabupaten Konawe terendam banjir dengan data sementara dari pihak BPBD Konawe sebanyak 1.097 unit rumah terendam sedangkan pengungsi sebanyak 4.291 jiwa, sedangkan jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan putus akibat jembatan penghubung ambruk sekitar pukul 18.00 Wita.

Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menetapkan status tanggap darurat banjir di wilayah itu selama 14 hari, terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Sementara itu, upaya penanganan terus dilakukan, antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta mengaktifkan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat.

Berdasara data dari BNPB hingga Senin (10/6/2019) menyebutkan, ada 38 desa, 3 kelurahan dan 6 kecamatan yang terendam banjir bandang.

Baca juga: 5 Fakta Banjir Bandang di Sulawesi dan Kalimantan, 56 Rumah Hanyut hingga Jenazah Diangkut dengan Perahu Karet

3. Ribuan korban banjir yang terisolasi telah dievakuasi

Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi  Haris Wijaya membantu proses evakuasi warga korban banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sultra dengan menggunakan Helikopter milik BNPB RI (Foto Dokumen Kodim 1417/Kendari)Warga korban banjir di 2 Kecamatan yang masih terisolir dievakasi dengan menggunakan Helikopter Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya membantu proses evakuasi warga korban banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sultra dengan menggunakan Helikopter milik BNPB RI (Foto Dokumen Kodim 1417/Kendari)

Sebanyak 1.200 korban banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dievakuasi menggunakan helikopter dan perahu karet, Senin (10/6/2019). Ribuan warga itu berasal dari dua kecamatan yang masih terisolasi banjir.

Menurut keterangan Dandim 1417 Kendari Letkol Cpn Fajar Lutfi Haris Wijaya yang ikut dalam proses evakuasi mengatakan bahwa wilayah itu sudah digenangi banjir sejak Minggu (2/6/2019).

"Tim melakukan evakuasi 1.200 korban banjir dari Kecamatan Wiwirano dan Kecamatan Landawe dengan menggunakan helikopter milik BNPB," kata Fajar melalui pesan WhatsApp, Senin (10/6/2019).

Baca juga: BNPB: 5.111 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi

4. Warga yang sakit harus segera mendapat perawatan

Warga membantu mengangkat sepeda motor milik korban banjir bandang di Desa Ameroro, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Pihak BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat ada 7 kabupaten yang terdampak banjir bandang pasca hujan akibat meluapnya Sungai Konaweha dan Sungai Lasolo yang disebabkan alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan penambangan nikel.ANTARA FOTO/JOJON Warga membantu mengangkat sepeda motor milik korban banjir bandang di Desa Ameroro, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Pihak BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat ada 7 kabupaten yang terdampak banjir bandang pasca hujan akibat meluapnya Sungai Konaweha dan Sungai Lasolo yang disebabkan alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan penambangan nikel.

Letkol Cpn Fajar mengatakan, banyak akses jalan putus karena diterjang banjir.

Evakuasi warga korban banjir melalui jalur darat juga tidak bisa dilakukan. Untuk itu, tim evakuasi di lapangan harus menggunakan helikopter. Sebagian lagi warga dievakuasi dengan perahu karet (LCR).

Namun demikian, lanjut Fajar, hingga hari ini tim gabungan belum menerima informasi terkait adanya korban jiwa dalam musibah banjir bandang di Konawe Utara.

Menurut Fajar, ada sejumlah warga yang harus segera dievakuasi karena melihat kondisi hujan yang masih berlanjut terus.

"Ada 6 orang sakit yang harus didahulukan dievakuasi ke Rumah Sakit Konawe Utara, sementara untuk korban lainnya dievakuasi ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.

Baca juga: Banjir Konawe Utara, 1.200 Korban yang Terisolasi Dievakuasi

5. Viral video rumah terseret banjir

Jembatan Asera yang menghubung antara Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah putus diterjang banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara,  tercatat 6 enam kecamatan terisolir dan ribuan jiwa mengungsi (foto istimewa)Kiki Andi Pati Jembatan Asera yang menghubung antara Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah putus diterjang banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara, tercatat 6 enam kecamatan terisolir dan ribuan jiwa mengungsi (foto istimewa)

Sebuah video yang didapatkan KompasTV memperlihatkan detik-detik dua rumah di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, hanyut terseret arus banjir.

Dari video tersebut, tampak satu rumah di Kelurahan Ameroro, Kecamatan Uepai, terseret arus banjir yang begitu deras. Banjir menyeret rumah yang terbuat dari papan.

Tidak diketahui apakah ada warga yang berada di rumah tersebut. Namun, tampak sejumlah warga di dalam video itu sudah mengungsi ke lokasi lain yang lebih aman.

Satu rumah lainnya berbahan kayu juga tampak hanyut terseret ombak. Rumah tersebut langsung hilang ditelan arus banjir yang begitu deras.

Baca juga: Video Detik-detik Rumah di Konawe Hanyut Terseret Banjir Bandang

Sumber: KOMPAS.com (David Oliver Purba, Kiki Andi Pati)/ Kompas.tv



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Hari Kampanye Terakhir, Ganjar Minta Paslon dan Parpol Tak Kerahkan Simpatisan Turun ke Jalan

Regional
Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X