Kompas.com - 10/06/2019, 21:12 WIB
Sore hari di Jalan Malioboro yang melegenda, Sabtu (12/3/2018). KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASore hari di Jalan Malioboro yang melegenda, Sabtu (12/3/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha yang tegabung dalam Perkumpulan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) keberatan jika Jalan Malioboro, Yogyakarta, bebas kendaraan bermotor.

Para pengusaha khawatir akan berdampak pada sepinya pembeli.

"Prediksi kami membuat toko-toko akan sepi," ujar Ketua Umum PPMAY Sadana Mulyono saat dihubungi, Senin (10/6/2019).

Baca juga: Segera Diuji Coba, Kendaraan Dilarang Melintas di Malioboro Yogyakarta

Sadana menyampaikan, jika nantinya rencana itu direalisasikan, maka pengunjung akan kebingungan. Terutama pengunjung yang hendak memarkirkan kendaraan mereka dekat dengan toko tujuan berbelanja.

Sebab, sampai saat ini pakiran kendaraan untuk pengunjung Malioboro belumlah memadai. Selain itu, lokasi parkir juga jauh dari pertokoan.

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih dulu menambah fasilitas parkir jika berencana membuat Jalan Malioboro steril dari kendaraan bermotor. Sehingga pengunjung bisa memiliki berbagai alternatif untuk memakirkan kendaraanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Infrastruktur parkiran itu dipenuhi dulu. Bayangkan kalau misalnya parkir di Abu Bakar Ali, kemudian mau belanja di Toko Ramai atau di Ramayana itu bagaimana? Mereka mesti jalan? Ya orang nggak mau," ucapnya.

Baca juga: Temani Jan Ethes Bermain di Malioboro, Jokowi Belikan Mobil-Mobilan hingga Naik Andong

Belum lagi terkait bongkar muat barang-barang toko. Jika kendaraan bermotor tidak diperbolehkan, maka akan mempersulit untuk bongkar muat.

Kalaupun bongkar muat barang pada malam hari, pengusaha juga akan menambah pengeluaran untuk lembur karyawan.

Menurutnya pemerintah memang sudah memberikan sosialiasi kepada para pengusaha dan pedagang. Pihaknya pun mempersilahkan jika pemerintah akan melakukan uji coba.

"Mau diuji coba dulu silahkan, gak masalah, dibuktikan. Kalau tidak ada buktinya kita mau ngomong apa. Ya nanti kita akan berkumpul dengan teman-teman untuk mengevaluasi," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi menuturkan, sikap keberatan dari pengusaha toko di Malioboro merupakan bagian dari dinamika.

Dia menilai wajar saja keberatan disampaikan karena tidak adanya komunikasi.

Menurutnya setelah uji coba akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Termasuk untuk sisi ekonominya dalam hal ini aktivitas toko-toko yang ada di Jalan Malioboro.

"Apakah kalau tidak ada kendaraan bermotor lewat, toko sepi, kan belum tentu. Orang bisa jalan di situ, malah justru bisa berlama-lama berbelanja kalau saya lihat," bebernya.

Evaluasi dari uji coba juga termasuk terkait kebutuhan kantong parkir. Saat ini kantong parkir tersedia ada di Ngabean, belakang toko Ramai, Depan Senopati dan Abu Bakar Ali.

"Kantong parkir salah satu yang nanti Kita evaluasi. Yang sudah ada kita akan optimalkan dulu," ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta akan melakukan uji coba pedestrian di Malioboro. Uji coba ini akan dilaksanakan pada 18-19 Juni.

"Kami baru akan melakukan uji coba," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi di Kepatihan, Senin (10/6/2019).

Gatot menuturkan, Jalan Malioboro adalah semi pedestrian sehingga akan mereka akan menguji jalan steril dari kendaraan bermotor.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.