5 Fakta Kerusuhan di Buton, Warga Trauma hingga 82 Terduga Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 10/06/2019, 19:06 WIB
Kepulan asap hitam dari puluhan rumah yang dibakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya  dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6/2019). Sebanyak 87 unit rumah dibakar setelah keributan antar pemuda dari dua desa berbeda di wilayah tersebut pada hari Rabu 5 Juni 2019 sekitar pukul 14.30 Wita, dan akibat  kejadian tersebut ratusan warga terpaksa mengungsi di Desa Laburunci, Buton. ANTARA FOTO/JOJONKepulan asap hitam dari puluhan rumah yang dibakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6/2019). Sebanyak 87 unit rumah dibakar setelah keributan antar pemuda dari dua desa berbeda di wilayah tersebut pada hari Rabu 5 Juni 2019 sekitar pukul 14.30 Wita, dan akibat kejadian tersebut ratusan warga terpaksa mengungsi di Desa Laburunci, Buton.

Penangkapan 82 terduga pelaku pembakaran puluhan rumah warga Desa Gunung Jaya itu merupakan kerja sama antara TNI dan Polri.

Setelah tertangkap, para terduga pelaku diangkut dengan menggunakan tiga mobil Dalmas menuju pelabuhan Labuan Buton Utara dengan pengawalan ketat petugas Brimob Polda Sultra bersenjata lengkap.

"Akan kami periksa secara maraton. Kami tentukan status hukumnya malam ini juga," kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, Sabtu malam.

Baca juga: Tiba di Mapolda Sultra, 82 Terduga Pelaku Kerusuhan di Buton Langsung Diperiksa

 

3. Ratusan senjata tajam diamankan

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita ratusan barang bukti berupa senjata tajam berbagai jenis seperti busur, tombak, parang, badik, pisau dapur dan senjata tajam lain.

Tampak juga beberapa buah tameng yang sudah dirakit sendiri, kemudian ada belasan botol minuman keras jenis bir juga ikut disita.

Baca juga: Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran 87 Rumah di Buton jika Tak Serahkan Diri

 

4. Ribuan personel keamanan dikerahkan di Buton

Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Iriyanto meminta agar pelaku pembakaran 87 rumah warga desa Gunung Jaya agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Bila tidak menyerahkan diri,  polisi akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran rumah warga  di  kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Iriyanto meminta agar pelaku pembakaran 87 rumah warga desa Gunung Jaya agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Bila tidak menyerahkan diri, polisi akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran rumah warga di kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton.

Akibat kerusuhan antar-warga Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, tercatat 1.062 orang dari Desa Gunung Jaya mengungsi di desa-desa terdekat di wilayah Kecamatan Pasarwajo.

Saat itu, Polda Sultra mengerahkan 317 personel kepolisian untuk mengamankan lokasi kerusuhan dan 100 orang anggota TNI dari satuan Raider 700 Kodam XIV/Hasanuddin Makassar juga diturunkan ke lokasi kejadian.

Keberadaan petugas keamanan tersebut membuat warga merasa tenang. Warga pun berharap kerusuhan tak terulang lagi.

“Datangnya petugas keamanan TNI Polri, kami sangat apreasiasi sehingga kami tidak merasa ketakutan. Diharapkan masyarakat ini, selamanya harus kondusif,” ujar La Rusli, Kepala Desa Gunung Jaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X