Bukittinggi, Perempuan, dan Canggihnya Ekonomi Lokal

Kompas.com - 10/06/2019, 08:26 WIB
Menara Jam Gadang, ikon kota Bukittinggi, Sumatera Barat. SHUTTERSTOCKMenara Jam Gadang, ikon kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

KALAU orang tanya, seberapa saya mengenal Bukittinggi, kota sejarah perjuangan Indonesia yang pernah menjadi ibukota pemerintahan darurat Republik Indonesia di masa revolusi, maka saya bisa jawab singkat: sangat (lumayan) kenal.

Memang bukan karena saya lahir dan besar di sini, tetapi karena saya menikah dengan putra Bukittinggi asli hampir 20 tahun silam. Artinya, perjalanan hidup kami membuat saya 2-3 kali ke sini setiap tahun, menengok mertua di masa mudik Hari Raya.

Terbayang, berarti paling sedikit 50 kali sudah saya ke kota cantik dikepung gunung ini. Saking girangnya dengan gunung-gunung berapi ini, hampir setiap saat saya memotret gunung (Singgalang atau Merapi) dari tempat saya berdiri di manapun.

Bahkan, keluar dari pagar rumah mau ke warung, menengok ke kanan, langsung tampak Singgalang dengan gagahnya. Gunung-gunung ini adalah semangat dan energi saya, yang kadang habis karena penat di ibu kota. Beruntungnya saya!

Tapi, tetap saja biar puluhan kali ke sini, setelah selesai “tugas keluarga” saya selalu merengek minta ditemani ke tempat yang bukan objek turis.

Mudik tahun ini, pengin pergi ke sebuah kanagarian persis di lereng Gunung Singgalang. Namanya Koto Tuo. Kanagarian yang konon seluruh penduduknya yang cuma puluhan rumah ini, hidup sangat agraris. Jadi petani dan pekebun.

Satu lagi, pengin pergi ke Suliki, Payakumbuh. Dua jam dari sini. Daerah penghasil salak terbesar di Sumatra Barat.

Kalau di kota, tetap lokasi favorit saya ya ke pasar tradisional. Pasar Atas (Pasa Ateh), tempat kita mencari produk kain-kainan dengan sentuhan bordir mesin hitam, tenun, krancang, suji cai (sulam suji cair)atau rendo (rajut) dan Pasar Bawah (Pasa Bawah) yang menjadi sumber utama bahan pangan masakan enak di sini.

Pasar Bawah yang dilatari Gunung Singgalang.IMELDA BACHTIAR Pasar Bawah yang dilatari Gunung Singgalang.

Tentang kedua pasar ikonik ini, pendek-pendek saya ulas di media sosial saya. Ada niatan juga menulisnya lengkap.

Kini, saya pengin menceritakan tangkapan saya, tentu subjektif ya, tentang bagaimana orang-orang di kota kecil dengan luas cuma 25 kilometer persegi lebih sedikit ini, memberdayakan diri dan kemampuan sendiri untuk hidup dan memenuhi kebutuhan hariannya. Bahasa keren yang sering wara-wiri di tahun politik sekarang: ekonomi lokal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X