Cerita Proyek Palapa Ring Timur, Lima Kali Kabel Serat Optik Terlindas Alat Berat

Kompas.com - 09/06/2019, 07:31 WIB
Para pekerja pembangunan Proyek Palapa Ring Paket Timur sedang memperbaiki jaringan kabel serat optic yang putus akibat kerap terlindas alat berat di ruas jalan Nasional Memey-Ransiki.KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN Para pekerja pembangunan Proyek Palapa Ring Paket Timur sedang memperbaiki jaringan kabel serat optic yang putus akibat kerap terlindas alat berat di ruas jalan Nasional Memey-Ransiki.

MANOKWARI SELATAN, KOMPAS.com – Kerusakan di sejumlah titik di jalan Trans- Papua Barat juga menghambat pekerjaan proyek PT Palapa Timur Telematika yang melewati ruas jalan Nasional di Mamey-Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, tersebut. 

“Akibat kerusakan jalan ini, jaringan kabel serat optik yang sudah terpasang kembali putus terlindas alat berat yang menggeruk lumpur agar kendaraan bisa lewat,” ungkap operator maintenance kabel serat optik, Edward, Sabtu (8/6/2019).

Baca juga: Mereka yang Harus Jalan Kaki 5 Km gara-gara Jalan Trans-Papua Barat Rusak Parah

Menurut dia, kejadian ini sudah lima kali terjadi, padahal kedalaman pemasangan jaringan kabel serat optic sudah mencapai 150 meter dan  proyek Palapa Ring paket timur rencananya beroperasi pada tahun 2019.

“Yang kami perbaiki sekarang ini sepanjang 200 meter dan pemasangannya juga belum dilakukan secara permanen, karena mengikuti kondisi jalan yang belum diperbaiki,” ungkapnya.

Baca juga: Telkomsel Lirik Palapa Ring Tengah dan Timur

Padahal, lanjut Edward, proyek PT Palapa Timur Telematika ingin dihadirkan agar masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati saluran komunikasi internet yang lancar.

Berdasarkan pantauan, kondisi jalan Trans-Papua Barat yang menghubungkan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni dalam kondisi rusak parah. Kerusakan jalan terparah berada di Kampung Memey, Distrik Tahota.

Banyak genangan air sehingga kondisi jalan berbecek dan penuh lumpur. Akibatnya, ruas jalan nasional ini pun sulit dilewati oleh mobil daubel gardan atau 4WD. Para pengguna jalan membutuhkan bantuan alat berat untuk melintas, khususnya pada saat hujan turun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X