Mereka yang Harus Jalan Kaki 5 Km gara-gara Jalan Trans-Papua Barat Rusak Parah

Kompas.com - 09/06/2019, 07:25 WIB
Para penumpang mobil daubel gardan yang dievakuasi keluar dari ruas jalan Trans-Papua Barat yang rusak di Kampung Memey, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. KOMPAS.com/BUDY SETIAWANPara penumpang mobil daubel gardan yang dievakuasi keluar dari ruas jalan Trans-Papua Barat yang rusak di Kampung Memey, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

MANOKWARI SELATAN, KOMPAS.com - Kondisi jalan Trans-Papua Barat yang menghubungkan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni rusak parah.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (8/5/2019) siang, kerusakan jalan terparah terletak di Kampung Memey, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan. Jalan berlumpur sulit ditembus.

Banyak genangan air serta kondisi jalan berbecek hingga lumpur membuat ruas jalan nasional ini sulit dilewati oleh mobil daubel gardan atau 4WD.

Baca juga: Cerita Mereka yang Berlebaran dengan Wara-wiri di Angkasa

Salah satu warga, Lukman Kaitam, mengaku terpaksa harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk mencari kendaraan lain,akibat mobil yang ditumpangi dari Kabupaten Teluk Bintuni ke arah Kabupaten Manokwari Selatan tidak dapat melalui ruas jalan yang berlumpur tersebut.

"Saya dari Jayapura datang untuk berlebaran bersama keluarga di Bintuni dan sekarang mau balik lagi. Namun karena kondisinya seperti ini terpaksa harus berjalan kaki untuk mencari tumpangan lainnya," ungkapnya.

Salah satu pengendara kendaraan roda dua yang terjebak kumbangan lumpur di Jalan Trans Papua Barat, yang menghubungan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (8/6/2019).KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN Salah satu pengendara kendaraan roda dua yang terjebak kumbangan lumpur di Jalan Trans Papua Barat, yang menghubungan Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (8/6/2019).

Sementara itu, Petrus Tandi Limbong, sopir angkutan umum yang setiap hari melalui ruas jalan ini, berharap, kiranya kondisi jalan bisa segera diperhatikan oleh pemerintah setempat dan segera diperbaiki.

"Kondisi jalan seperti ini sangat menyulitkan kami untuk mengangkut penumpang dari Bintuni ke Manokwari Selatan dan Manokwari, maupun sebaliknya" ungkapnya.

Baca juga: Mereka yang Tetap Shalat Id meski Basah-basahan Diguyur Hujan Lebat...

Selain itu, pada saat musim penghujan, mereka terkadang terjebak hingga tiga sampai empat hari agar dapat melewati ruas jalan tersebut.

"Kalau waktu normal biasanya jarak tempuh sekitar 5 jam antara Manokwari Selatan-Bintuni. Ya kalau hujan terpaksa bermalam, kalau tidak ada alat berat yang bantu tarik," tuturnya.

"Perbaikan jalan ini tentu dapat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan serta membantu memperlancar arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan," pungkasnya.

Sementara itu, untuk memperlancar arus balik Lebaran 2019, pihak Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Bintuni bekerjasama dengan perusahaan kayu setempat menempatkan alat berat eskavator dan buldozer agar dapat memperlancar arus lalu lintas di jalan tersebut.

Kendaraan roda empat doubel gardan (4WD) berupaya menerobos ruas jalan Trans-Papua Barat di Kampung Memey, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, yang berlumpur.KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN Kendaraan roda empat doubel gardan (4WD) berupaya menerobos ruas jalan Trans-Papua Barat di Kampung Memey, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, yang berlumpur.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Warga Batang Positif Terinfeksi Virus Corona, Salah Satunya Dokter

Dua Warga Batang Positif Terinfeksi Virus Corona, Salah Satunya Dokter

Regional
Kabar Baik, Pasien 01 dan 02 Positif Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Pasien 01 dan 02 Positif Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Regional
68 TKI dari Singapura Tiba di Sumsel, Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

68 TKI dari Singapura Tiba di Sumsel, Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

Regional
Antar Napi Bebas, Kalapas Mojokerto: Jangan Keluyuran, Jangan Nongkrong di Warung Kopi

Antar Napi Bebas, Kalapas Mojokerto: Jangan Keluyuran, Jangan Nongkrong di Warung Kopi

Regional
Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Regional
Riwayat Pasien Positif Corona di Klaten, Bekerja di Jakarta, Diduga Tertular di Surabaya

Riwayat Pasien Positif Corona di Klaten, Bekerja di Jakarta, Diduga Tertular di Surabaya

Regional
Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Regional
Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Regional
Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Regional
Tak Diketahui Riwayat Penyakitnya, Pasien Meninggal di UGD RSUD Ungaran Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Tak Diketahui Riwayat Penyakitnya, Pasien Meninggal di UGD RSUD Ungaran Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Regional
4 Fakta 9 Polisi Aniaya Warga hingga Tewas, Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara dan Keluarga Minta Keadilan

4 Fakta 9 Polisi Aniaya Warga hingga Tewas, Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara dan Keluarga Minta Keadilan

Regional
Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Regional
Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Regional
'Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak'

"Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X