3 Hari Diguyur Hujan, 400 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Sidrap

Kompas.com - 08/06/2019, 15:43 WIB
 Air merendam permukiman di sejumlah desaFoto BPBD Sidrap Air merendam permukiman di sejumlah desa

SIDRAP, KOMPAS.com - Curah hujan tinggi tiga hari terakhir membuat sejumlah wilayah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, terendam banjir. Bahkan air merendam sebagian jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Dua Pitue, Sabtu (8/6/2019).

Banjir diperkirakan merendam 400 rumah di Desa Bola Buku, Kecamatan Pitu Riase, bahkan terisolir lantaran akses jalan terputus setelah diterjang air bah.

Baca juga: Dua Hari Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir


"Kita sementara masih di lokasi dan masih punya data awal, sekira 400 rumah terendam. Banjir itu kiriman air dari Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Toraja, sejak tiga hari lalu," kata Kepala BPBD Sidrap, Sulawesi Selatan, Siara Barang. 

Lanjutnya, ada tiga kecamatan di Kabupaten Sidrap terendam air.

Baca juga: Banjir Terjang Bontang Kaltim, Warga Pilih Menginap di Masjid

"Sekira 16 desa terendam air di 3 kecamatan," ungkapnya.

Berikut data sementara, daerah yang terdampak banjir di Kabupaten Sidrap.

Kecamatan Dua Pitue

1). Kelurahan Tanru Tedong

2). Kel. Salomallori

3). Desa Salobukkang

4). Desa Padang Loang

5). Desa Padangloang Alau

Halaman Berikutnya
Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Close Ads X