5 Fakta Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Pelaku Berbaiat dengan ISIS Lewat Medsos hingga Nyicil Beli Komponen Bom

Kompas.com - 07/06/2019, 18:20 WIB
Polisi membawa lima katong barang bukti hasil penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri, RA (22), di Dukuh Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (4/6/2019) dini hari.Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi Polisi membawa lima katong barang bukti hasil penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri, RA (22), di Dukuh Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (4/6/2019) dini hari.

KOMPAS.com - Polisi terus mendalami keterangan pelaku bom bunuh diri di pos polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019).

Menurut keterangan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel, pelaku adalah Rofik Asharudin (22), warga Kranggan Kulon, Wirogunan, Kartasura.

Rofik mengaku meminta uang kepada orangtuanya untuk membeli sejumlah komponen untuk merakit bom. Rofik belajar merakit bom melalui internet.


Baca fakta selengkapnya berikut ini:

1. Pelaku minta uang dari uang orangtua

Lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari. Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.TRIBUN SOLO/ASEP ABDULLAH ROWI Lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari. Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.

Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, pelaku meminta uang dari orangtuanya untuk membeli sejumlah komponen untuk merakit bom. Barang-barang tersebut dibeli secara kredit alias mencicil.

"Beli komponen dari uang minta orangtua, belinya dicicil," kata Rycko di Semarang, Rabu (5/6/2019).

Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan polisi bahwa komponen bom yang ditemukan di lokasi kejadian sama persis dengan komponen yang diamankan polisi saat menggeledah di rumah pelaku.

Menurut Rycko, bom yang digunakan pelaku tergolong sebagai "low explosive" dengan bahan baku "black powder".

"Diledakkan secara manual," kata dia.

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura Terpapar ISIS dan Merupakan "Lone Wolf"

2. Kronologi bom bunuh diri versi polisi

Tim Inafis Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019). Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGRO Tim Inafis Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019). Terduga pelaku pembawa bom yang terjadi pada Senin (3/6/2019) malam tersebut kritis dan masih mendapat perawatan medis.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, mulanya saksi melihat pelaku mendekati pos sekitar pukul 22.35 WIB.

"Saksi melihat pelaku itu sedang berjalan mengarah ke pos pukul 22.35 dengan kaos hitam dan celana jeans serta menggunakan headset," ungkap Dedi, saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).

Setelah itu, pelaku RA (22) duduk di depan trotoar. Sekitar 10 menit kemudian, ledakan terjadi.

Personel Polri beserta saksi yang saat kejadian sedang membantu memasang lampu di pos pun segera keluar untuk menghindari ledakan susulan.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X