Ziarah Rumah Gadang, Tradisi Idul Fitri yang Masih Bertahan di Dharmasraya

Kompas.com - 06/06/2019, 20:51 WIB
Suasana Tradisi Ziarah Rumah Gadang di Rumah Gadang Suku Mandahiliang di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kamis (6/6/2019). ANTARA SUMBAR/Ilka JensenSuasana Tradisi Ziarah Rumah Gadang di Rumah Gadang Suku Mandahiliang di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kamis (6/6/2019).

KOMPAS.com - Tradisi ziarah rumah gadang suku Mandahiliang di Nagari (Desa Adat) Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), masih bertahan sebagai sarana silaturahim dalam merayakan Idul Fitri.

"Ini merupakan acara puncak dari beberapa rangkaian tradisi tahunan keluarga besar pasukuan Mandahiliang menyambut Lebaran dan pausa. Sebelumnya ada takbiran dan halal bi halal menyambut Ramadhan," kata pucuk pimpinan Suku Mandahiliang, Jamhur Dt Jati di Pulau Punjung, Kamis (6/6/2019).

Baca juga: Menjunjung Duli, Tradisi Ratusan Tahun Kesultanan Deli Saat Idul Fitri

Ia mengatakan, dalam tradisi yang tetap lestari itu, setiap kaum bundo kanduang atau ibu-ibu membawa rantang untuk acara makan bersama.

Kemudian ziarah rumah gadang diawali makan bajamba atau makan bersama dengan menu Khas Ranah Minang, seperti rendang, gulai ayam, dan hidangan Lebaran lainnya.

Ia berharap tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, dan jangan disiakan-disiakan karena hanya datang sekali dalam setahun.

Di samping itu, ia juga berpesan kepada orangtua supaya mengingatkan anak-anaknya untuk menghindari kegiatan yang tidak bermafaat dan tidak sesuai adat istiadat.

"Ingatkan anak-anak, cucu, dan kepenakan kita akan pentingnya pengetahuan ilmu adat, ilmu agama dan budi pekerti. Jangan sampai terjerumus pada kegiatan yang menyimpang, sebab kita boleh mengikuti zaman tapi jangan termakan oleh zanam," jelasnya.

Baca juga: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gelar Tradisi Grebeg Syawal

Pada kesempatan itu sekaligus disampaikan perkembangan pembangunan suku misalnya pembangunan mushala dan rumah gadang, kata dia.

"Pada hari yang berbahagia ini juga dimanfaatkan sebagai momen bertukar pikiran keluarga besar suku untuk kemajuan kaum, nagari dan Dharmasraya ke depan," tambahnya.

Sementara, Wali Nagari (Kepala Desa Adat) Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Abdul Razak menambahkan, tradisi ziarah rumah gadang juga dilaksanakan enam suku adat yang ada di nagari itu.

Seperti Suku Malayu, Suku Patapanag Ateh, Suku Patapang Bawuah, Suku Tigo Nini, Suku Piliang, dan Mandahiliang.

"Saya berharap masyarakat Nagari Sikabau dapat menjadikan mementum ziarah rumah gadang sebagai sarana bersilaturahmi dan saling memaafkan antara sesama di bulan yang Indah ini," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X