Kesedihan Korban Bencana Palu Berlebaran di Tenda Pengungsian...

Kompas.com - 05/06/2019, 19:17 WIB
Jamaah Shalat Ied di Masjid Agung Darussalam Palu sebagian merupakan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di halaman masjid tersebut tampak khusyuk memanjatkan doa yang dipimpin oleh khatib, Rabu (5/6/2019). Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi Jamaah Shalat Ied di Masjid Agung Darussalam Palu sebagian merupakan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di halaman masjid tersebut tampak khusyuk memanjatkan doa yang dipimpin oleh khatib, Rabu (5/6/2019).

KOMPAS.com - Para pengungsi bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya merayakan Lebaran 2019 di tenda-tenda pengungsian.

Mereka ada yang kehilangan tempat tinggal, harta benda dan sanak saudara, bahkan mengalami ketiga-tiganya saat bencana 28 September 2018 itu terjadi.

Para pengungsi dan anggota keluarga tampak berderai air mata saat berjabat salam saling memaafkan usai mengikuti ibadah shalat Id, salah satunya pengungsi di kawasan pengungsian halaman Masjid Agung Darussalam Palu.

Ratusan pengungsi yang telah tinggal sembilan bulan lamanya di tenda-tenda pengungsian tersebut tampak bersemangat mengikuti shalat Id yang kali ini dilaksanakan di dalam Masjid Agung Darussalam Palu itu.


"Sedih pasti. Kalau tahun kemarin Lebaran di rumah, sekarang berlebaran di sini (tenda pengungsian)," kata salah satu pengungsi, Fitri.

Baca juga: Ini Penyebab Maraknya Pernikahan Anak di Lokasi Pengungsian Gempa Palu

Meski begitu, ia mengaku tetap tabah dan sabar menghadapi kenyataan pahit yang juga dirasakan ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana.

"Semoga kami bisa segera pindah di huntara (hunian sementara). Sebagian sudah pindah. Sisanya kurang tahu bagaimana. Katanya habis Lebaran ini," ujarnya lagi.

Dia berharap janji-janji yang disampaikan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai kepastian dirinya dan pengungsi lainnya menempati huntara dalam waktu dekat ini bukan hanya isapan jempol belaka.

Pengungsi korban likuefaksi di kawasan pengungsian terpadu Sport Center Kelurahan Balaroa juga berharap demikian.

"Saya dengan keluarga sudah capek dan bosan tinggal di tenda pengungsian ini. Mana belum ada kejelasan dari pemerintah soal kapan kami pindah ke huntara," ujar salah satu pengungsi, Yulista.

Baca juga: Jepang Hibahkan Rp 668 Miliar untuk Percepat Rekonstruksi Palu

Dia dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat likuefaksi di kawasan Perumahan Nasional (Perumnas) Balaroa itu tidak bisa menyembunyikan kesedihannya merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di tenda pengungsian.

"Kalau bapak ibu mau tahu bagaimana rasanya tinggal sembilan bulan lamanya di tenda pengungsi, kemari saja. Rasakan sendiri tidur tidak lelap, malam kedinginan dan kalau siang hari panasnya minta ampun," katanya.

Meski demikian, dia bersyukur masih dapat merayakan Lebaran dengan sanak keluarga dan saudara meski duka pada 28 September 2018 belum bisa hilang dari ingatannya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Regional
Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Regional
Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X